Pemerintah Provinsi Bali tengah merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pariwisata Berkualitas. Salah satu poin krusial dalam Raperda ini adalah rencana penerapan aturan mengenai pengecekan saldo tabungan wisatawan mancanegara (wisman) yang berencana mengunjungi Pulau Dewata.
Tingkatkan Kualitas Wisatawan
Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap wisatawan yang datang ke Bali adalah mereka yang benar-benar menghargai budaya dan aturan setempat, serta memiliki kecintaan terhadap Pulau Dewata.
“Bali mengarah ke pariwisata berkualitas agar yang datang ke Bali ini wisatawan yang betul-betul, satu, dia menghormati aturan dan budaya Bali. Kedua, dia (wisatawan) cinta Bali,” ujar Koster saat ditemui di Denpasar, Sabtu (3/1/2026).
Cegah Wisatawan Terlantar
Lebih lanjut, Koster menekankan pentingnya memastikan wisatawan asing memiliki kecukupan dana selama berada di Bali. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi kasus wisatawan yang terlantar akibat kehabisan bekal finansial.
“Kalau cukup uangnya seminggu, ya seminggu. Jangan sampai uangnya cukup seminggu, tapi di sini tiga minggu. Jadinya telantar dia,” imbuh Koster.
Gubernur dua periode ini berharap dengan adanya aturan tersebut, wisatawan asing yang memiliki kemampuan finansial lebih dapat menikmati liburan yang lebih berkualitas dan berpotensi memperpanjang masa tinggal mereka di Bali. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih signifikan terhadap perekonomian lokal, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Proses Finalisasi Raperda
Koster merinci bahwa pengecekan saldo tabungan wisman akan melihat kondisi keuangan mereka dalam tiga bulan terakhir. Raperda ini saat ini berada dalam tahap finalisasi sebelum diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali. Ia optimis peraturan ini dapat mulai diberlakukan pada tahun berjalan.
“Jangan sampai banyak wisatawan di Bali akhirnya uangnya tidak cukup. Lama-lama di Bali menimbulkan masalah,” tegas Koster.






