Selebriti

Wardatina Mawa Serahkan Bukti Tambahan Dugaan Perzinaan, Tak Ada Komunikasi dengan Suami

Advertisement

Wardatina Mawa telah menjalani pemeriksaan lanjutan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Renakta PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada Jumat (20/2/2026). Pemeriksaan ini terkait laporannya atas dugaan perzinaan dan perselingkuhan yang melibatkan suaminya, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli. Dalam kesempatan tersebut, Mawa turut menyerahkan bukti-bukti tambahan kepada penyidik.

Pemeriksaan Mendalam dan Bukti Baru

Kuasa hukum Wardatina Mawa, Altur, menjelaskan bahwa kliennya diperiksa selama kurang lebih empat setengah jam. “Mbak Mawa baru selesai menjalani pemeriksaan pada tingkat penyidikan. Pemeriksaan itu sendiri dimulai pada jam 11.00 dan selesai itu sekitar jam 15.30 ya. Dan penyidik mengajukan total sekitar 27 pertanyaan. Juga tadi didampingi oleh unit perlindungan perempuan anak dari Dinas Provinsi DKI Jakarta,” ujar Altur di Polda Metro Jaya, Jumat (20/2/2026) sore.

Mawa mengungkapkan bahwa ia telah menyampaikan bukti tambahan kepada penyidik. Namun, ia memilih untuk tidak merinci isi bukti tersebut. “Terkait itu, tadi saya sudah sampaikan ke penyidik dan mohon doanya aja ya, teman-teman semuanya. Semoga bisa berjalan dengan lancar untuk mengungkapkan kebenaran ini semuanya,” tutur Wardatina Mawa.

Altur menegaskan bahwa detail bukti yang diberikan kepada penyidik tidak dapat diungkapkan ke publik karena sudah masuk dalam materi penyidikan. Ia membenarkan bahwa salah satu bukti yang diserahkan adalah rekaman CCTV. “Yang jelas bukti-bukti yang kita sampaikan salah satunya itu yang seperti kalian sudah tahu kan, adanya rekaman CCTV, seperti itu,” jelas Altur.

Advertisement

Hubungan dengan Suami Tetap Renggang

Wardatina Mawa memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada komunikasi sama sekali antara dirinya dengan sang suami, Insanul Fahmi. “Tidak ada sama sekali,” tegas Mawa.

Sebelumnya, beredar informasi mengenai penolakan Mawa terhadap upaya restorative justice atau keadilan restoratif, sementara Inara Rusli dikabarkan masih menginginkan perdamaian.

Advertisement