Insiden kontroversial mewarnai laga Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Estádio da Luz, Lisbon, Portugal, yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tim tamu. Pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, menjadi sorotan utama menyusul dugaan aksi rasial terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Dugaan Ejekan Rasial dan Reaksi Vinicius
Peristiwa ini terjadi setelah Vinicius Junior mencetak gol kemenangan untuk Real Madrid. Saat melakukan selebrasi di sudut lapangan, Vinicius terlibat friksi dengan Prestianni. Laporan menyebutkan bahwa Prestianni diduga mengucapkan sesuatu sambil menutup mulutnya dengan jersey. Vinicius Junior segera mendatangi wasit dan melaporkan bahwa ia menjadi korban ejekan rasial berupa panggilan “monyet” dari Prestianni.
Seruan untuk Keterbukaan dari Jese
Mantan pemain Real Madrid, Jese, turut angkat bicara mengenai insiden tersebut. Ia mendesak pemain asal Argentina itu untuk bersikap lebih terbuka dalam menyampaikan keluhannya. Jese menekankan pentingnya komunikasi langsung antar pemain di lapangan.
“Ada banyak perdebatan. Bersembunyi di balik kostummu dan mengatakan sesuatu kepada seorang pemain… jika ada yang ingin Anda katakan, katakan saja secara langsung. Pernah terjadi pada saya, ketika saya merasa kesal, saya akan mengatakannya secara terang-terangan,” ujar Jese seperti dilansir oleh As.
Jese juga menambahkan bahwa ia percaya pada laporan Vinicius Junior mengenai kejadian tersebut.
“Saya rasa Vinicius tidak akan membuat keributan hanya karena dia sedang ingin melakukannya. Jika dia mengatakannya, itu karena hal tersebut memang benar terjadi,” tambahnya.
Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan dugaan rasialisme dalam dunia sepak bola, menyoroti perlunya tindakan tegas dan dialog terbuka untuk memberantasnya.





