Wardatina Mawa membantah tudingan yang menyebutkan dirinya mempersulit Insanul Fahmi untuk bertemu dengan anak mereka. Penjelasan ini disampaikan Wardatina setelah menjalani pemeriksaan di Renakta PPA Polda Metro Jaya terkait laporannya.
Apresiasi dan Harapan Wardatina
Usai pemeriksaan, Wardatina menyampaikan apresiasinya kepada pihak kepolisian yang telah menangani laporannya. Ia berharap agar pengalaman yang dialaminya tidak menimpa orang lain.
“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih untuk pihak kepolisian yang sudah mengawal kasus saya. Alhamdulillah udah naik sidik dan insyaallah siap untuk menjalankan proses tahap selanjutnya,” tutur Wardatina Mawa di Polda Metro Jaya pada Jumat (20/2/2026).
Ia juga memohon doa agar proses hukum yang dijalaninya dapat berjalan lancar dan menghadirkan keadilan.
“Saya mohon doanya semoga proses yang saya lakukan ini, ikhtiar yang saya lakukan ini bisa berjalan dengan lancar. Dan saya mengupayakan untuk dapat keadilan seadil-adilnya untuk saya sendiri,” ungkapnya.
Tanggapan Soal Akses Bertemu Anak
Di sisi lain, Wardatina menanggapi kabar soal curhatan Insanul Fahmi yang merasa dipersulit untuk bertemu anak mereka. Wardatina Mawa membantah adanya pembatasan akses tersebut.
“Jujur kemarin baru ketemu ya. Jadi saya bingung kenapa dibilang gak pernah ketemu. Itu kemarin baru 4 hari yang lalu itu baru ketemu. Itu baru ketemu dan saya bingung kenapa dia ngasih statement seperti itu,” ungkapnya.
Wardatina juga meminta agar tidak ada fitnah di tengah persoalan rumah tangganya, terlebih saat bulan puasa.
“Tolong dong, ini juga puasa ya, jangan terlalu banyak fitnah juga. Saya juga gak menutup akses hubungan dia sama anak saya, karena kan melalui mbaknya juga. Jadi kalau saya pribadi saya memang tidak ada merespons sama sekali. Jadi enggak apa-apa melalui ke mbaknya aja. Dan memang baru kemarin itu, baru ketemu,” bebernya.
Wardatina dengan tegas membantah adanya pembatasan akses terhadap Insanul Fahmi.
“Gak ada sama sekali,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wardatina menjalani pemeriksaan selama 4,5 jam dan dicecar 27 pertanyaan terkait laporannya.






