Perayaan Cap Go Meh 2026 semakin dekat, menjadi momen yang dinantikan banyak orang setelah Tahun Baru Imlek. Masyarakat mulai mencari tahu kapan tepatnya Cap Go Meh 2026 akan dirayakan untuk mempersiapkan berbagai kegiatan budaya yang khas. Cap Go Meh menandai penutupan rangkaian perayaan Imlek dan memiliki makna mendalam bagi etnis Tionghoa.
Hitung Mundur Cap Go Meh 2026
Cap Go Meh selalu diperingati pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Berdasarkan kalender lunar dan informasi perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Cap Go Meh tahun 2026 akan jatuh pada hari Selasa, 3 Maret 2026. Jika dihitung dari hari ini, Jumat, 20 Februari 2026, maka perayaan Cap Go Meh 2026 masih berjarak 11 hari lagi. Perhitungan ini mencakup sisa delapan hari di bulan Februari dan tiga hari pertama di bulan Maret.
Cap Go Meh 2026 Bukan Hari Libur Nasional
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tanggal 3 Maret 2026 tidak ditetapkan sebagai tanggal merah. Ini berarti Cap Go Meh 2026 tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional maupun cuti bersama. Satu-satunya libur nasional yang berkaitan dengan perayaan Tionghoa dalam SKB tersebut adalah Tahun Baru Imlek. Oleh karena itu, aktivitas kerja dan sekolah akan berjalan seperti biasa pada hari Cap Go Meh.
Tradisi Cap Go Meh di Indonesia
Meskipun bukan hari libur nasional, Cap Go Meh tetap dirayakan dengan meriah di Indonesia, terutama di daerah dengan populasi Tionghoa yang signifikan. Perayaan ini seringkali diisi dengan pawai budaya, pertunjukan barongsai, dan berbagai atraksi tradisional lainnya.
Mengutip Portal Informasi Indonesia, tradisi Cap Go Meh berawal dari ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi pada masa Dinasti Han, sekitar abad ke-17. Awalnya, perayaan ini terbatas di lingkungan istana. Seiring waktu, tradisi ini meluas dan dirayakan oleh masyarakat umum, termasuk etnis Tionghoa di Indonesia, dengan menampilkan kekayaan budaya yang khas.
Cap Go Meh menjadi simbol penutup rangkaian perayaan Imlek yang sarat akan makna kebersamaan dan harapan. Walaupun bukan hari libur nasional, perayaan ini terus dilestarikan sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.






