Serang – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Seksi Konservasi Wilayah 1 Serang melakukan evakuasi terhadap tiga ekor buaya dan sepasang burung kasuari dari sebuah tempat wisata yang telah tutup di Desa Sukadalam, Kecamatan Waringinkurung, Kota Serang, Banten.
Evakuasi Satwa Langka
Kepala Resor Konservasi Wilayah III BKSDA Serang, Tuwuh Rahadianto Laban, menyatakan bahwa evakuasi dilakukan pada Jumat (13/2/2026). Tiga ekor buaya yang berhasil dievakuasi terdiri dari dua ekor buaya muara dan satu ekor buaya senyulong. Selain itu, dua ekor burung kasuari juga diamankan.
“Kemarin telah mengevakuasi tiga ekor buaya yang terdiri atas dua buaya muara dan satu buaya senyulong, kemudian dua ekor burung kasuari,” ujar Tuwuh.
Koordinasi dan Rehabilitasi
Proses evakuasi ini dilakukan setelah BKSDA berkoordinasi dengan pemilik tempat wisata. Menurut Tuwuh, satwa-satwa tersebut telah menjalani rehabilitasi. Tiga ekor buaya telah diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk rehabilitasi lebih lanjut.
“Tiga ekor buaya telah kami serahkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menjalani rehabilitasi lebih lanjut. Sedangkan dua ekor kasuari akan kami rehabilitasi di lembaga konservasi di Bogor,” jelas Tuwuh.
Penyerahan Sukarela dan Legalitas
Tuwuh menambahkan bahwa petugas tidak menemui kendala berarti selama proses evakuasi. Ia mengapresiasi kesadaran masyarakat yang menyerahkan satwa-satwa tersebut secara sukarela kepada BKSDA.
“Masyarakat menyerahkan secara sukarela kepada BKSDA,” katanya.
Lebih lanjut, Tuwuh memastikan bahwa keempat hewan tersebut didapatkan secara legal dan dilengkapi dengan surat-surat kepemilikan yang sah. Namun, mengingat tempat wisata tersebut sudah tidak beroperasi, BKSDA mengambil langkah evakuasi untuk mencegah satwa tersebut terlantar.
“Itu legal, suratnya juga ada. Daripada (hewan) telantar, saya konsultasi dengan pemilik untuk diserahkan ke negara,” pungkasnya.






