Berita

Mendagri Tito Karnavian Pastikan Stok Pangan Aceh Aman Jelang Ramadan

Advertisement

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan jaminan bahwa stok pangan di wilayah Aceh dipastikan mencukupi menjelang bulan suci Ramadan. Pernyataan ini disampaikan menyusul kekhawatiran akan ketersediaan pangan pascabencana yang melanda beberapa daerah di provinsi tersebut.

Ketersediaan Pangan Terjamin

“Pangan sangat cukup. Sangat cukup,” ujar Tito Karnavian di kantor Gubernur Aceh, Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Selasa (10/2/2026). Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan stok.

Mendagri meminta agar stok pangan di wilayah yang terdampak bencana ditambah untuk kesediaan selama tiga bulan ke depan. “Saya sudah ngecek Bulog. Stok Bulog, saya tiap hari mendapat data. Bahkan saya minta untuk yang di agak kurang itu, di Bener Meriah. Kemarin saya lihat 500 ton, itu harus ditambah,” jelas Tito.

Ia menekankan pentingnya ketersediaan stok yang memadai, terutama di daerah pegunungan seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, serta wilayah lain seperti Kota Sibolga dan Nias yang mungkin mengalami kendala logistik akibat bencana. “Pengalaman kita dan kasusnya bencana ini ya, di daerah yang di gunung-gunung ini, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Kota Sibolga, Nias, itu mereka terkunci karena selama ini belum pernah ngalami bencana ini. Sehingga logistik mereka hanya dua hari, tiga hari. Nah, sehingga saya minta kepada Bulog dan Badan Pangan agar stok mereka tiga bulan,” imbuhnya.

Advertisement

Tito menegaskan kembali bahwa stok pangan di Aceh dipastikan aman. Ia bahkan menyebutkan bahwa stok cabai di Kabupaten Gayo Lues justru berlebih. “Jadi, kalau terjadi apa-apa, selama tiga bulan mereka bisa survive, tidak perlu ramai. Dan kemudian pemerintah pusat pasti dalam waktu seminggu, juga kurang dari seminggu, sudah pasti akan bisa menyelesaikan. Jadi stoknya cukup saya lihat itu,” ujarnya.

Distribusi Cabai Menjadi Sorotan

Mendagri juga menyoroti fenomena kenaikan harga cabai di daerah pantai Aceh. Namun, ia mengklarifikasi bahwa kenaikan tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan masalah distribusi. “Problemnya malah lucu, di daerah pantai cabainya yang naik inflasi saya lihat. Jadi ini masalah distribusi aja. Pak Gubernur ini pandai-pandai ini yang dari Takengon dan seterusnya, ini pedagangnya dikumpulkan untuk bisa turun ke, apa namanya, diturunkan ke daerah pantai,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pada hari yang sama, pimpinan MPR RI juga melakukan kunjungan ke Aceh dan menyerahkan bantuan berupa 15.000 paket sembako dan 15.000 paket ibadah. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhi Baskoro Yudhoyono, AM Akbar Supratman, serta pimpinan dari semua fraksi. Mendagri Tito Karnavian, Kepala BPOM Taruna Ikrar, dan sejumlah pejabat lainnya juga turut mendampingi.

Advertisement