Berita

KA Bandara Tertemper Truk di Poris Berhasil Dievakuasi, Jalur Lalu Lintas Kembali Normal

Advertisement

Tangerang – Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang mengalami insiden tertemper truk di lintas Rawabuaya-Batuceper pada Jumat (20/2/2026) pagi, kini telah berhasil dievakuasi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa kedua jalur lalu lintas telah kembali normal.

Jalur Kembali Normal Setelah Evakuasi

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi telah selesai. “Sudah dievakuasi. Jadi kedua jalur sudah normal kembali,” ujar Franoto dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Ia merinci bahwa jalur hulu telah dapat dilalui oleh kereta api pada pukul 12.05 WIB. Sementara itu, jalur hilir menyusul dapat digunakan kembali pada pukul 16.20 WIB. “KA Bandara dievakuasi ke Stasiun Kalideres,” tambahnya.

Kronologi Kejadian dan Proses Evakuasi

Insiden kecelakaan antara KA Bandara dan sebuah truk terjadi pada pagi hari di lintas Rawabuaya-Batuceper. Laporan awal kejadian diterima oleh petugas pada pukul 06.06 WIB. Tim tanggap darurat KAI segera tiba di lokasi sekitar pukul 06.20 WIB untuk melakukan asesmen awal terhadap kondisi jalur dan sarana kereta api.

Selanjutnya, puluhan petugas prasarana dikerahkan untuk mengamankan area, memeriksa kondisi rel, bantalan, serta sistem listrik aliran atas (LAA) yang terdampak benturan. Untuk memastikan keselamatan petugas dan kelancaran proses evakuasi, aliran listrik pada jalur yang terdampak dimatikan sementara mulai pukul 07.25 WIB.

Advertisement

Kendaraan derek dan alat berat lainnya tiba di lokasi pada pukul 08.56 WIB. Proses evakuasi badan truk dari jalur rel segera dilakukan.

Truk Trailer Terseret Hingga 100 Meter

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.05 WIB. Menurutnya, truk trailer tersebut melaju dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot.

“Saat lintasan kereta api bergerak, mobil masuk ke rel kereta api yang mana kepala truk sudah melalui rel kereta, tapi masih tertinggal badan atau bodi kontainer,” kata Jauhari kepada wartawan, Jumat (20/2).

Akibat insiden tersebut, truk trailer itu dilaporkan terseret sejauh kurang lebih 100 meter dari titik awal di perlintasan kereta api.

Advertisement