Berita

Polda Metro Jaya Tutup 2025 dengan 7 Capaian Kinerja, dari Penanganan Unjuk Rasa hingga Penguraian Kemacetan

Advertisement

Polda Metro Jaya mengakhiri tahun 2025 dengan serangkaian pencapaian positif dalam menjaga stabilitas keamanan Ibu Kota. Sepanjang tahun, lembaga ini tidak hanya menuntaskan berbagai tindak pidana, tetapi juga berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tingginya Laporan Polisi, Penurunan Kriminalitas

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya menerima 74.013 laporan polisi (LP), angka tertinggi se-Indonesia, yang berkontribusi sekitar 16 persen dari total laporan nasional. Meskipun demikian, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyatakan bahwa angka kriminalitas di wilayahnya justru mengalami penurunan.

“Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya termasuk salah satu Polda dengan jumlah laporan polisi tertinggi di Indonesia. Berkontribusi sekitar 16 persen dari total laporan polisi nasional,” ujar Irjen Asep dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Irjen Asep mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran personel yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Semoga seluruh pengabdian tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat bangsa dan negara, terutama dalam mendukung visi Indonesia Emas tahun 2045,” ucapnya.

Advertisement

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat atas peran aktifnya dalam menjaga situasi kamtibmas.

Rangkuman Capaian Kinerja Polda Metro Jaya 2025:

  1. Pengamanan 2.304 Unjuk Rasa
    Polda Metro Jaya mencatat telah mengamankan 2.304 unjuk rasa di wilayah Jakarta dan sekitarnya sepanjang 2025. “Prinsip utama kami adalah kami akan berupaya menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak warga untuk menyampaikan aspirasi tetap dihormati namun ketertiban umum, keselamatan, dan aktivitas masyarakat lainnya juga harus tetap terjaga,” ujar Irjen Asep.
  2. Penangkapan Ribuan Tersangka Narkoba dan Sita Rp 1,7 T
    Dalam perang melawan narkoba, Polda Metro Jaya menangani 7.426 perkara dengan 9.894 tersangka. Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David merinci, total barang bukti narkoba yang disita senilai Rp 1,724 triliun, menyelamatkan 10.164.673 jiwa.
  3. Ratusan Preman Meresahkan Disikat
    Sebanyak 250 kasus terkait premanisme diungkap dengan 348 tersangka ditangkap. Dua kejadian menonjol adalah pendudukan lahan parkir RSUD Tangsel dan pemerasan pedagang di Pasar SGC. Penangkapan ini dinilai berdampak positif pada iklim investasi.
  4. Penindakan Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak
    Direktorat Reserse Kriminal Umum menindak 16 kasus TPPO dengan 34 tersangka, dan 77 kasus perlindungan perempuan dan anak (PPA) dengan 29 tersangka. Angka kejahatan terhadap kelompok rentan turun 8,82 persen dibanding 2024. Salah satu kasus menonjol adalah perdagangan anak ke salah satu suku di Indonesia.
  5. Modernisasi Penegakan Hukum Lalu Lintas
    Polda Metro Jaya meningkatkan penegakan hukum lalu lintas melalui electronic-traffic law enforcement (E-TLE). Terdapat 13.184 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan 740 korban meninggal dunia dan 16.380 korban luka-luka.
  6. Optimalisasi Layanan 110
    Layanan darurat 110 menerima lebih dari 269 ribu panggilan sepanjang 2025, dengan 67 persen di antaranya terlayani. Angka ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
  7. Penurunan Kemacetan Jakarta
    Dirlantas Polda Metro Jaya Komarudin menyebutkan program ‘Mandala Quick Respons’ yang memanfaatkan ribuan CCTV terbukti efektif mengurai kemacetan dan menurunkan kepadatan arus lalu lintas di Jakarta. Program ini memungkinkan respons cepat terhadap insiden dan optimalisasi jalur.

(mea/mea)

Advertisement