Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melakukan kunjungan perdana ke kantor baru Megawati Institute yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/1/2026). Kantor ini berada persis di samping kantor DPP PDIP.
Kunjungan Perdana dan Sambutan Hangat
Megawati didampingi oleh putranya, Prananda Prabowo, dalam peninjauan tersebut. Setibanya di lokasi, Megawati disambut hangat oleh Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid, dan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Prananda Prabowo terlihat mengecup kening ibunya sebelum memasuki ruangan.
Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan Megawati ke kantor Megawati Institute. “Ini merupakan kunjungan pertama Ibu Megawati ke kantor Megawati Institute yang beberapa hari lalu di Rakernas ditandatangani akte notarisnya. Dalam waktu dekat kantor baru ini akan dioperasikan,” ujar Hasto.
Penataan Gedung dan Peran Prananda
Megawati berkeliling meninjau berbagai ruangan hingga taman kecil di bagian belakang gedung. Ia mengaku terkesan dengan kesiapan kantor yang dinilai representatif meskipun disiapkan dalam waktu singkat. Hasto turut membeberkan peran Prananda Prabowo dalam proses penataan gedung tersebut, menyebutnya sebagai arsitek yang bahkan harus bekerja lembur. “Arsiteknya Mas Prananda, sampai harus lembur 3 hari 3 malam. Ini semacam mission impossible,” kata Hasto sambil tertawa.
Arahan untuk Pusat Pemikiran Strategis
Selama kunjungannya, Megawati berdiskusi dengan Hilmar Farid dan memberikan sejumlah arahan. Ia juga meninjau koleksi buku di perpustakaan Megawati Institute. Dalam perbincangan santai di ruang rapat, Megawati menyampaikan harapannya agar Megawati Institute dapat menjadi pusat pemikiran strategis.
“Ibu Megawati menyampaikan harapan-harapan terhadap Megawati Institute sebagai wadah pemikiran yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, Pola Pembangunan Semesta dan Berencana, hingga menghadirkan seluruh kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri khususnya sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensi,” urai Hasto.
Lebih lanjut, Hasto menambahkan, “Megawati Institute harus menjadi pusat kajian kebijakan strategis melalui kegiatan penelitian, penggalangan tokoh-tokoh intelektual dan cendekiawan, serta mendorong kesadaran berpikir kritis dan dialektis yang diperlukan sebagai penopang peningkatan kualitas kehidupan demokrasi.”






