Berita

Wali Kota Semarang Padukan Koperasi Merah Putih dengan Pasar Rakyat untuk Tekan Inflasi

Advertisement

Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meresmikan kolaborasi antara program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan Pasar Rakyat. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Uji Coba di Bangetayu Kulon

Uji coba konsep ‘perkawinan’ ini dilaksanakan di Kelurahan Bangetayu Kulon pada Minggu (8/2/2026). Ratusan pelaku UMKM dari wilayah Genuk dan sekitarnya turut serta, menjajakan beragam produk mulai dari kuliner hingga kebutuhan rumah tangga. Kehadiran Pasar Rakyat yang menawarkan sembako murah sontak menarik perhatian warga hingga memadati area tersebut.

Agustina Wilujeng mengapresiasi kolaborasi strategis antara warga Kelurahan Bangetayu Kulon dan Koperasi Merah Putih. “Semoga menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan koperasi dengan basis ekonomi kerakyatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (8/2/2026).

Integrasi Program Pemerintah dan Pemkot

Perpaduan Koperasi Merah Putih, yang merupakan program Pemerintah Pusat baru terbentuk, dengan program Pasar Murah Pemkot Semarang yang telah berjalan empat tahun, diharapkan Agustina dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok terjangkau. Selain itu, ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal yang strategis.

“Pasar rakyat ini rutin berjalan setiap pekan, berarti ada ekonomi sirkular yang berputar. Masyarakat bisa jalan sehat lalu jajan, ini memastikan inflasi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi tetap baik,” jelas Agustina. Ia juga meminta Camat Genuk untuk segera mengajukan usulan pengerasan jalan agar lokasi tersebut dapat dimaksimalkan untuk lapak UMKM.

Pesan Kebersihan Lingkungan

Politikus PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Ketika selesai bubaran pasarnya, saya minta para warga itu ikut menyelesaikan sampahnya masing-masing. Juga ikut memungut sampah yang dalam pandangan matanya. Tidak peduli siapa yang buang, kalau berada di dalam pandangannya, tolong dipungut diambil terutama yang berada di jalur air. Karena ini juga untuk kebaikan kita semua,” tegasnya.

Advertisement

Antusiasme Pelaku UMKM dan Konsumen

Gelaran Koperasi Merah Putih dan Pasar Rakyat ini disambut antusias oleh warga, baik dari sisi pelaku UMKM maupun konsumen. Mereka merasa diperhatikan dan mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.

Ketua Paguyuban Pasar Rakyat, Walid, berharap Pemkot Semarang dapat memberikan dukungan perbaikan dan perluasan infrastruktur. Peminatan warga untuk berdagang terus meningkat, terbukti dari jumlah lapak yang bertambah dari 20 menjadi 250, dengan ratusan pedagang lainnya masih mengantre karena keterbatasan tempat.

“Tujuan kami dulu pertama kali membangun adalah mengumpulkan UMKM yang kita berdayakan di satu tempat. Alhamdulillah dari 20 lapak sampai hari ini sudah 250, dan masih ada sekitar 75 pelapak lagi yang mengantre karena keterbatasan tempat. Kami berharap adanya dukungan pengerasan jalan agar pasar ini bisa lebih berkembang lagi ke depannya,” ungkap Walid.

Sembako Murah Menjelang Ramadan

Dalam bazar gabungan ini, sejumlah paket sembako ditawarkan dengan harga khusus, yaitu Rp 30.000 dan Rp 75.000. Minyak Kita juga dijual seharga Rp 15.000-an. Penawaran ini bertujuan untuk membantu warga menghadapi fluktuasi harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan.

Advertisement