Manchester United berencana melepas gelandang Mason Mount pada bursa transfer musim panas mendatang. Keputusan ini diambil menyusul rentetan cedera yang terus menghantui pemain berusia 27 tahun tersebut sejak didatangkan dari Chelsea.
Potensi Besar Terhalang Cedera
Mason Mount direkrut Manchester United pada musim panas 2023 dengan mahar 55 juta Pounds atau sekitar Rp 1,3 triliun. Ia diharapkan menjadi motor serangan baru di lini tengah Setan Merah dan bahkan dipercaya mengenakan nomor punggung 7 yang legendaris.
Potensi besar Mount sempat membuat rekan-rekan setimnya dan tim kepelatihan terkesima. Namun, nasib apes tak bisa dihindari ketika badai cedera silih berganti menerpanya.
Pengakuan Mantan Pemandu Bakat
Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United, Mick Brown, mengungkapkan betapa sialnya nasib Mount di Old Trafford. Menurutnya, cedera yang dialami Mount menjadi penghalang utama performanya.
“Saya rasa, ini bukanlah penghinaan kepadanya. Semua orang di Man United sangat memuji Mount ketika dia datang. Tetapi, cederanya jadi penghalang,” ungkap Brown kepada Football Insider.
Brown menambahkan bahwa masalah cedera Mount sudah terjadi sejak awal kedatangannya.
“Itu jadi masalah sejak dia pertama datang. Dia cedera, lalu bisa main, kemudian malah cedera lagi. Dia tampaknya tidak benar-benar pulih,” tambahnya.
Statistik Mengecewakan
Akibat cedera yang berulang, termasuk masalah pada hamstring dan betis, Mason Mount telah absen dalam 55 pertandingan. Ia baru mencatatkan 66 penampilan dengan total tujuh gol, sebagian besar sebagai pemain pengganti.
Melihat kondisi tersebut, Brown meyakini Manchester United akan mempertimbangkan tawaran yang masuk untuk Mount.
“Saya yakin Man United akan terbuka untuk tawaran kepada Mount jika ada,” tutup Brown.






