Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak beberapa waktu lalu terus berlanjut hingga Jumat (23/1/2026) malam. Kondisi ini menyebabkan ketinggian air di Pintu Air Angke Hulu meningkat drastis hingga berstatus siaga 1 atau bahaya.
Pintu Air Angke Hulu Berstatus Bahaya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan melalui akun media sosialnya bahwa Pintu Air Angke Hulu telah mencapai ketinggian muka air 365 sentimeter. “Angke Hulu, TMA (tinggi muka air) 365 (cm). Status bahaya atau siaga 1,” demikian tulis akun X BPBD DKI Jakarta, seperti dikutip pada Jumat (23/1/2026).
Status siaga 1 ini ditetapkan berdasarkan data yang dihimpun BPBD DKI Jakarta hingga Jumat (23/1) pukul 00.00 WIB. Pintu Air Angke Hulu menjadi satu-satunya pintu air di seluruh wilayah Jakarta yang saat ini berada dalam status paling mengkhawatirkan.
Pintu Air Lain dalam Status Siaga 3 dan Normal
Sementara itu, beberapa pintu air lainnya terpantau berada dalam status yang berbeda. Pintu Air Karet dan Pasar Ikan dilaporkan berstatus siaga 3. Pintu Air Sunter Hulu juga berada pada status siaga 3.
Adapun pintu air yang berstatus normal atau siaga 4 meliputi Katulampa, Depok, Manggarai, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, dan Pulo Gadung. Status normal ini menunjukkan bahwa ketinggian air masih dalam batas aman.
Ratusan RT dan Puluhan Ruas Jalan Tergenang
Akibat peningkatan ketinggian air dan curah hujan yang tinggi, BPBD DKI Jakarta juga mencatat adanya penambahan wilayah yang terendam banjir. Hingga Jumat (23/1) pukul 00.00 WIB, tercatat sebanyak 154 Rukun Tetangga (RT) dan 20 ruas jalan masih tergenang banjir.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 154 RT dan 20 ruas jalan tergenang,” demikian keterangan resmi yang dikeluarkan oleh BPBD DKI Jakarta pada Jumat (23/1).






