Berita

Ipda Subhan Syah Khan: Penggerak Komunitas Pejuang Darah di Sekadau, Diusulkan Hoegeng Awards 2026

Advertisement

Sekadau, Kalimantan Barat – Ipda Subhan Syah Khan menjadi sosok sentral di balik berdirinya Komunitas Pejuang Darah di Sekadau, Kalimantan Barat. Inisiatifnya untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah dengan mengajak warga menjadi pendonor kini menuai apresiasi, bahkan mengantarkannya diusulkan untuk menerima Hoegeng Awards 2026.

Dukungan Warga dan Dampak Nyata Komunitas

Deni Tri Saputra, salah seorang warga Sekadau, mengungkapkan betapa vitalnya peran komunitas ini. “Dengan adanya donor darah ini sangat membantu warga Sekadau, bahkan bukan hanya dari Sekadau, kemarin dari Sintang ke sini mereka cari darahnya, ada yang dari Melawi, di luar kabupaten juga ada yang cari darah ke sini,” ujar Deni kepada detikcom, Rabu (11/2/2026).

Deni mengenal Ipda Subhan saat ia menjabat sebagai Bhabinkamtimbas. Ia menilai Subhan adalah pribadi yang peduli terhadap masyarakat. Bergabung dengan Komunitas Pejuang Darah sejak empat tahun lalu, Deni merasakan perubahan signifikan. “Itu dulu susah, teman saya sendiri sampai bilang yang golongan darah B+ dia sampai ke Pontianak. Dengan adanya ini kan terbantu, dengan adanya ini lebih enak cari darahnya,” tuturnya.

Asal-usul dan Operasional Komunitas Pejuang Darah

Asyer, salah satu pengurus komunitas, menjelaskan bahwa Komunitas Pejuang Darah berawal dari keprihatinan terhadap keluarga pasien yang kesulitan mencari pendonor. “Pada saat itu kami kan terutama di Kabupaten Sekadau, karena banyak orang yang mencari darah, kadang mereka berjalan ke sana kemari, akhirnya terbesitlah oleh Pak Subhan Syah ini membuat komunitas Pejuang Darah,” kata Asyer.

Komunitas ini bersifat non-formal, terbuka bagi siapa saja yang ingin mendonorkan darah. Sejak dibentuk sebelum pandemi COVID-19, komunitas ini sering berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sekadau dan rumah sakit setempat. “Kami tekankan bahwa apa yang kami lakukan dari Komunitas Pejuang Darah itu semua free, gratis, Puji Tuhan, tidak sepeser pun kami pernah pungut biaya dari pasien untuk Pejuang Darah. Kami komitmen bahwa kita menolong orang,” tegas Asyer.

Asyer menambahkan bahwa Ipda Subhan tidak hanya menggagas, tetapi juga turut mendanai kegiatan, bahkan mengeluarkan dana pribadi untuk donor darah massal. Ia menggambarkan Subhan sebagai sosok yang humble dan sederhana.

Kisah Pilu di Balik Pembentukan Komunitas

Ipda Subhan Syah Khan membentuk komunitas ini pada 10 November 2019, saat ia bertugas sebagai Bhabin di Desa Sungai Ringin dan Desa Selalong. Keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang warga karena tidak mendapatkan transfusi darah menjadi pemicu utama. “Pernah ada warga binaan saya datang untuk meminta darah golongan AB, dia jalan ke mana-mana dia nyari. Kemudian satu minggu dia datang lagi dan minta tolong kepada saya mencarikan darah AB ini, saya ke warga-warga kan, belum ada dia dapat. Minggu depannya saya dengar meninggal dunia pasien ini karena ndak dapat transfusi darah,” kenang Ipda Subhan.

Kejadian tersebut mendorong Ipda Subhan untuk mengajak teman-temannya mendonorkan darah, yang kemudian berkembang menjadi komunitas dengan lebih dari 100 relawan aktif.

Advertisement

Tantangan dan Kolaborasi dengan PMI

Komunitas Pejuang Darah turut membantu PMI Kabupaten Sekadau yang belum memiliki fasilitas bank darah memadai. Darah yang terkumpul seringkali dititipkan di laboratorium Rumah Sakit Sekadau. “Kami tidak ada bank darah, komunitas ini dibentuk isinya para relawan yang siap kapan saja untuk donor darah,” jelas Subhan.

Meskipun demikian, kebutuhan darah di Sekadau tergolong tinggi, bahkan melayani pasien dari daerah tetangga. “Karena permintaan sangat tinggi. Meskipun sudah ada komunitas ini masih keteteran, mohon maaf dengan jumlah anggota komunitas yang hanya 100 lebih, sementera RS kami kan RS di kota kabupaten, jadi dari kecamatan lain datang, kebutuhan darah setiap hari ada, namun relawan pendonor kurang,” ungkapnya.

Sebelum adanya komunitas ini, warga harus mencari darah ke kabupaten tetangga, yang berujung pada biaya tambahan bagi pasien BPJS. Dengan adanya Komunitas Pejuang Darah, pasien yang didonorkan langsung di RS Sekadau bisa mendapatkan darah secara gratis.

Kegiatan donor darah massal yang diselenggarakan komunitas ini sebagian besar didanai dari dana pribadi Ipda Subhan, donatur, dan bantuan perusahaan. “Selama ini dari 2019 sampai sekarang itu nggak ada bantuan dari pemerintah, jadi ketika saya mengadakan donor darah menggunakan dana pribadi ada juga kawan-kawan yang ikut donasi. Dalam kegiatan donor darah paling uang konsumsi paling sekitar Rp 2-3 juta. Jadi harus menyisihkan kan,” kata Subhan.

Dedikasi Lain: Guru Bantu di SDN 21

Selain kiprahnya di Komunitas Pejuang Darah, Ipda Subhan juga pernah menjadi guru bantu di SDN 21, Desa Sungai Ringin. Ia mengajarkan materi Pendidikan Pancasila, mengisi kekosongan jadwal mengajar di sekolah tersebut.

Apresiasi dari PMI Sekadau

Ketua PMI Kabupaten Sekadau, Irpandi, mengapresiasi penuh inisiatif Ipda Subhan. “Kami rasa dengan adanya organisasi Pejuang Darah sangat membantu dalam upaya memenuhi kebutuhan darah masyarakat Kabupaten Sekadau terutama, mengingat tingginya keperluan darah sehingga hampir setiap hari ada yang memerlukan darah,” ujar Irpandi.

Irpandi menambahkan bahwa PMI seringkali mengerahkan petugas dan unit donor darah mobile untuk kegiatan yang diinisiasi Subhan. Ia juga mengakui tingginya kebutuhan darah di Sekadau yang terkadang mengharuskan pasien mencari donor dari kabupaten lain.

Advertisement