GILI TRAWANGAN, NTB – Situasi di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, memanas pada Kamis (19/2/2026) dini hari. Seorang perempuan warga negara asing (WNA) terlibat keributan dengan warga, bahkan mengancam menggunakan parang setelah sebelumnya merusak mikrofon musala saat tadarusan.
Kronologi Pengancaman dengan Parang
Peristiwa bermula ketika WNA tersebut diduga membawa ponsel milik salah seorang warga usai mengamuk di musala. Sekitar pukul 00.30 Wita, warga mendatangi vila tempat WNA itu menginap untuk meminta kembali ponsel yang dibawa.
Namun, bukannya mengembalikan ponsel, WNA tersebut justru bereaksi agresif. Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, menceritakan bahwa staf vila sempat kesulitan membujuk WNA tersebut untuk keluar. Setelah sekitar 10 menit, WNA itu akhirnya keluar, namun dengan membawa parang.
“Kita minta stafnya buat gedor, akhirnya setelah 10 menit baru dia keluar, tapi ngancam bawa parang. Dia bilang ‘what do you want’ sambil dia acungkan parangnya,” tutur Husni, dilansir detikBali.
Dua Parang Digunakan untuk Mengancam
Menurut Husni, perempuan WNA itu membawa dua bilah parang dan menggunakannya untuk mengancam warga yang datang. Ia bahkan sempat mengejar warga yang mencoba mengambil kembali ponsel tersebut.
“Dua (parang) dipakai ngancam warga itu sambil dia lari. Dia kejar warga, akhirnya kan beberapa warga takut. Padahal kan hanya mau ngambil HP yang dia ambil itu,” jelas Husni.
Warga sempat berusaha merebut senjata tajam tersebut dari tangan WNA. Namun, hanya satu dari dua parang yang berhasil diamankan oleh warga. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.






