Padang – Ancaman terganggunya layanan medis akibat krisis air bersih di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo secara simbolis meresmikan dimulainya pengeboran sumur bor di rumah sakit rujukan utama Sumatera bagian tengah tersebut. Peresmian ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wali Kota Padang Fadly Amran, jajaran kepala balai di lingkungan Kementerian PU di Sumatera Barat, serta Pelaksana Harian Direktur Utama RSUP M Djamil, Bestari Jaka Budiman.
Pesan Presiden Prabowo
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan air bersih untuk fasilitas kesehatan merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh menambah beban masyarakat, terutama pada sektor vital seperti layanan kesehatan. Oleh karena itu, pembangunan sumur bor di RSUP M Djamil dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Padang.
“Arahan Presiden jelas, jangan sampai pemerintah justru menyulitkan masyarakat. Penyediaan air bersih, khususnya untuk rumah sakit, adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).
Respons Kondisi RSUP M Djamil
Andre Rosiade menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor sedalam 120 meter ini merupakan respons atas kondisi RSUP M Djamil yang kerap terdampak gangguan pasokan air, terutama saat terjadi bencana. Padahal, rumah sakit tersebut melayani pasien rujukan dari Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, hingga sebagian Sumatera Utara.
“RSUP M Djamil menangani lebih dari 20 operasi besar setiap hari. Kalau air terganggu, layanan medis bisa terancam. Karena itu, hari ini Pak Menteri mengakomodasi permintaan rumah sakit dengan membangun sumur bor sebagai sumber air cadangan,” kata Andre.
Selain sumur bor, Andre menambahkan bahwa Kementerian PU juga akan menyiapkan dukungan infrastruktur lain berupa tangki reservoir, sistem pompa, serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk memastikan pasokan air tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat.
Komitmen Pembangunan Sumatera Barat
Andre Rosiade juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan dan pemulihan Sumatera Barat. Ia menyebutkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera Barat sebesar Rp 18,9 triliun melalui Kementerian PU.
“Ini bukan janji kosong. Anggaran hampir Rp 19 triliun disiapkan untuk membangun kembali Sumatera Barat. Ini bukti keseriusan dan keberpihakan Presiden kepada masyarakat Sumatera Barat,” tutur Andre.
Sebelumnya, Andre Rosiade telah berupaya memastikan pasokan air di RSUP M Djamil tetap tersedia dengan meminta Kementerian PU mengantarkan sebanyak 27 tangki air per hari hingga saat ini. Dengan dibangunnya sumur bor, kebutuhan air diharapkan dapat tercukupi dengan lebih baik.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian PU, yang turun langsung menangani persoalan infrastruktur pascabencana, termasuk krisis air di fasilitas kesehatan.
“Kebutuhan air di RSUP M Djamil sangat substansial. Dengan sumur bor ini, kami berharap kebutuhan harian rumah sakit bisa terpenuhi dan layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal,” ucap Mahyeldi.
Vital untuk Operasional Harian
Direktur Medik dan Kependidikan RSUP M Djamil, Bestari Jaka Budiman, mengungkapkan bahwa rumah sakit membutuhkan sekitar 1.600 meter kubik air per hari. Air tersebut sangat krusial untuk kamar operasi, laboratorium, hingga layanan hemodialisa.
Ia sangat berterima kasih karena selama ini terus dipasok air oleh Kementerian PU melalui Dirjen Cipta Karya di Sumatera Barat. “Kalau air terputus, layanan cuci darah tidak bisa dilakukan. Jadi pembangunan sumur bor ini sangat vital, bukan hanya untuk kondisi bencana, tetapi juga untuk operasional harian rumah sakit,” ungkap Jaka.
Dengan dimulainya pengeboran sumur bor tersebut, RSUP M Djamil diharapkan memiliki sistem pasokan air yang lebih aman dan berkelanjutan, sehingga risiko terganggunya layanan medis akibat krisis air dapat diminimalkan. “Terima kasih kepada Pak Andre Rosiade, Pak Menteri PU yang telah menghadirkan sumur bor di M Djamil,” tutup Jaka.






