Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu untuk segera bergerak cepat dalam mengajukan usulan pendirian Sekolah Rakyat. Desakan ini disampaikan saat menerima audiensi Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dan Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, di Kantor Kementerian Sosial, Kamis (5/2/2026).
Instruksi Langsung dari Wamensos
Agus Jabo Priyono secara tegas menginstruksikan kedua kepala daerah tersebut untuk segera melengkapi seluruh dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan. “Sekarang bukan zamannya omon-omon, malu sama Presiden. Silahkan Pemkab mengajukan agar segera diurus tahun ini, agar segera dibangun rintisannya dan bisa menerima siswa baru,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (4/2/2026).
Ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan biasa, melainkan sebuah miniatur program pengentasan kemiskinan yang menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, tercatat sudah berdiri 166 Sekolah Rakyat rintisan yang telah menampung lebih dari 15.000 siswa di seluruh Indonesia. “Dalam waktu bersamaan, mulai tahun pembangunan 104 Sekolah rakyat permanen juga telah dimulai,” tambahnya.
Target Presiden dan Komitmen Daerah
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pendirian 500 Sekolah Rakyat di seluruh kabupaten atau kota di Indonesia, dengan masing-masing sekolah memiliki daya tampung 1.000 siswa. Oleh karena itu, Agus Jabo meminta para kepala daerah untuk menunjukkan keseriusan dalam menyukseskan program strategis ini.
Menyambut baik arahan tersebut, Seno Aji menjelaskan bahwa Kalimantan Timur saat ini telah memiliki tiga Sekolah Rakyat rintisan. Ia berharap jumlah tersebut dapat terus bertambah demi menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. “Harapannya agar tingkat kemiskinan bisa turun,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Angela Idang Belawan. Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu untuk segera mengurus kelengkapan administrasi, termasuk lahan, guna memproses pendirian Sekolah Rakyat rintisan di daerahnya. “Kami akan segera mengurus administrasi untuk lahan dan memproses rintisan,” tutupnya.
Turut hadir dalam audiensi tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mahakam Ulu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mahakam Ulu, Kepala Badan Penelitian dan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mahakam Ulu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Mahakam Ulu, serta Perancang Peraturan Perundang-undangan Kabupaten Mahakam Ulu.






