Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menyebabkan kerusakan signifikan pada ratusan rumah dan memaksa ribuan warga mengungsi. Fenomena alam ini telah berlangsung sejak Senin, 2 Februari 2026, dengan suara retakan bangunan menjadi indikasi kuat adanya pergerakan tanah.
Ribuan Warga Mengungsi
Kepala Desa Padasari, Mashuri, menyatakan bahwa intensitas hujan yang tinggi dan kondisi tanah yang labil menjadi faktor pemicu pergerakan tanah. Upaya pemantauan lapangan dan evakuasi warga terus dilakukan untuk mengantisipasi kejadian susulan.
“Dengan intensitas hujan dan kondisi labil, pemantauan lapangan serta evakuasi warga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi kejadian susulan,” ujar Mashuri saat dihubungi.
Data dari posko bencana mencatat bahwa total 464 unit rumah mengalami kerusakan akibat fenomena ini. Sebanyak 2.460 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat pengungsian.
“Dari 464 rumah warga itu 205 rusak berat, 174 rusak sedang dan 85 rusak ringan,” jelas Mashuri merinci tingkat kerusakan.
Fasilitas Umum Ikut Terdampak
Bencana tanah gerak ini tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga berdampak pada fasilitas umum dan infrastruktur di desa tersebut. Data dari pihak desa mencatat adanya kerusakan pada 21 unit fasilitas sosial, 7 unit fasilitas peribadatan, 7 unit fasilitas pendidikan, dan 1 unit fasilitas pemerintahan.






