Magelang, Jawa Tengah – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan urgensi pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat sebagai fondasi penting dalam pendidikan mereka. Penegasan ini disampaikan saat membuka Training of Trainers (ToT) Manajemen bagi tenaga pengajar SDM Sekolah Rakyat di SMA Taruna Nusantara, Magelang, pada Selasa (10/2/2026).
Karakter Kebangsaan sebagai Prioritas Utama
Agus Jabo menyatakan bahwa siswa Sekolah Rakyat, yang berasal dari beragam latar belakang, harus dibentuk agar memiliki karakter yang kuat, terutama karakter kebangsaan. “Mereka harus punya karakter. Karena latar belakang dari siswa ini bermacam-macam. Begitu masuk Sekolah Rakyat, mereka harus kita bentuk supaya mereka punya karakter. Karakter kebangsaan yang kuat,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, penanaman karakter kebangsaan ini harus merata di seluruh siswa Sekolah Rakyat, meniru contoh yang telah diterapkan di SMA Taruna Nusantara. “Tidak hanya siswa Taruna Nusantara saja yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat, tetapi siswa-siswa Sekolah Rakyat juga harus memiliki karakter kebangsaan yang kuat, cinta terhadap tanah air, cinta terhadap saudara-saudaranya sebangsa dan setanah air,” tegasnya.
Pelatihan Komprehensif untuk Tenaga Pengajar
Pelatihan ToT Manajemen ini akan berlangsung selama empat hari, dari 9 hingga 12 Februari 2026, dan diikuti oleh 1.360 peserta. Peserta terdiri dari berbagai elemen, termasuk 70 dosen, widyaiswara, dan tim teknis menteri, 3 tenaga ahli menteri, 13 Pejabat Pembuat Komitmen Sekolah Rakyat, 30 panitia, 1.157 murid SMA Taruna Nusantara, serta 80 pamong SMA Taruna Nusantara.
Selain karakter kebangsaan, Sekolah Rakyat juga bertujuan membentuk karakter keagamaan, menumbuhkan rasa percaya diri, jiwa sosial, serta meningkatkan keterampilan para murid. Oleh karena itu, ToT ini dirancang untuk membekali tenaga pengajar SDM Sekolah Rakyat dengan kemampuan manajemen yang memadai.
“Jadi nanti bapak-bapak ibu-ibu yang pada hari ini mengikuti ToT, kita persiapkan konsepsinya bagaimana supaya anak-anak kita di Sekolah Rakyat menjadi anak-anak yang terampil, pintar, berkarakter. Supaya kita bisa mewujudkan apa yang menjadi perintah bapak presiden bahwa Sekolah Rakyat ini adalah jembatan. Goalnya apa? Goalnya mereka menjadi orang-orang kaya, orang-orang yang mampu tidak jatuh menjadi anak-anak yang miskin kembali, yang kemudian tentunya bisa menggraduasi keluarganya, bisa menggraduasi negaranya secara umum,” jelas Agus Jabo.
Kolaborasi Strategis dengan SMA Taruna Nusantara
Agus Jabo mengapresiasi Kepala SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI M I Gogor, atas kesediaan membuka ruang kerja sama dan berbagi pengalaman dalam pelatihan ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada berbagai faktor, termasuk sarana prasarana dan kualitas sumber daya manusia yang mendampingi siswa selama 24 jam dalam konsep sekolah berasrama.
“Pak Kepala, saya mengucapkan banyak terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Taruna Nusantara yang sudah memberikan ruang kepada Kemensos untuk sharing, untuk belajar. Karena kami sangat membutuhkan itu dan kita berharap nanti para peserta memiliki pemahaman. Karena kenapa? Karena mereka datang langsung ke sekolah yang sudah punya pengalaman, yang sudah berjalan selama bertahun-tahun,” ujar Agus Jabo.
Ia menambahkan, ToT ini diharapkan dapat menghasilkan trainer-trainer yang mampu memberikan wawasan, materi, dan konsep kepada guru serta tenaga kependidikan yang akan ditugaskan di Sekolah Rakyat.
Peran Penting Pengelolaan Sekolah Berasrama
Kepala SMA Taruna Nusantara, M.I. Gogor, menilai pelatihan ini sangat krusial mengingat kompleksitas pengelolaan sekolah berasrama. “Kita tidak hanya mengelola ruang kelas, tetapi juga ada kehidupan 24 jam para siswa, 24 jam kehidupan para pamong atau guru. Ada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, kemandirian, dan tentunya adalah kebangsaan dan semua itu menuntut kemampuan manajerial yang kuat, sistem yang tertata, serta keteladanan dari para pendidik dan pengelola sekolah,” ungkap Gogor.
Gogor berharap para peserta dapat saling berbagi pengalaman dan mengadopsi praktik terbaik untuk diterapkan di berbagai daerah. “Melalui Training of Trainers ini kami berharap para widiaiswara dan pengajar dapat saling berbagi pengalaman, memperkaya perspektif, serta membawa praktik-praktik terbaik untuk bisa diterapkan dan dikembangkan di berbagai wilayah di Nusantara,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada SMA Taruna Nusantara sebagai tuan rumah pelatihan, serta keyakinan bahwa kolaborasi antara Kementerian Sosial dan lembaga pendidikan seperti Taruna Nusantara akan terus diperkuat demi kemajuan pendidikan dan pelayanan sosial di Indonesia.
Usai acara pembukaan, Agus Jabo beserta rombongan meninjau fasilitas SMA Taruna Nusantara, termasuk kamar asrama, gudang logistik, dan dapur. Wamensos juga turut serta dalam santap siang bersama para murid.






