Sepakbola

Tuduhan Rasisme Vinicius Junior: Prestianni Bisa Tuntut Balik Jika Terbukti Tak Bersalah

Advertisement

Insiden dugaan rasisme mewarnai kemenangan Real Madrid 1-0 atas Benfica dalam lanjutan Liga Champions di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026). Pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, dituduh melontarkan panggilan bernada rasisme kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Vinicius sempat mogok bermain karena merasa dipanggil ‘monyet’ oleh Prestianni.

Bantahan dan Ketidakjelasan Ucapan

Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Prestianni. Winger asal Argentina itu mengklaim bahwa dirinya memanggil Vinicius dengan sebutan ‘homo’, bukan ‘mono’ (monyet dalam bahasa Spanyol). Namun, kejelasan ucapan Prestianni sulit dipastikan karena ia menutup mulutnya dengan kaus saat berbicara kepada Vinicius.

Investigasi UEFA dan Potensi Hukuman

Meskipun demikian, Real Madrid tetap melaporkan insiden ini ke UEFA. Badan sepak bola Eropa tersebut telah menunjuk seorang inspektur etika dan disiplin untuk menyelidiki dugaan rasisme yang dilakukan Prestianni. Jika terbukti bersalah, pemain berusia 20 tahun itu terancam hukuman larangan bermain 10 laga.

Tuntutan Balik dan Klaim Pencemaran Nama Baik

Di sisi lain, jika UEFA menyatakan Prestianni tidak bersalah, ia berpotensi mengambil tindakan hukum terhadap Vinicius Junior. Praktisi hukum olahraga Inggris, Fraser MacKinven, menilai tuntutan balik Prestianni sangat dimungkinkan secara hukum. Prestianni dapat melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang merusak reputasinya dan menuntut kompensasi finansial serta permintaan maaf publik.

“Berdasarkan beberapa prinsip umum hukum pencemaran nama baik di berbagai yurisdiksi, Prestianni berpotensi memiliki klaim pencemaran nama baik jika dia akhirnya dibebaskan oleh UEFA,” kata MacKinven, dilansir dari SportBible.

Advertisement

“Pernyataan tersebut harus salah. Penting untuk dicatat bahwa beban pembuktian di sini kemungkinan besar akan berada pada terdakwa untuk membuktikan bahwa pernyataan mereka benar,” tambahnya.

“Dengan kata lain, mereka harus membuktikan bahwa Prestianni memang menggunakan hinaan rasial. Jika mereka mampu membuktikan hal ini, maka kemungkinan besar klaim Prestianni tidak akan berhasil,” ujarnya.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan UEFA, dan keputusan akhir akan menentukan nasib kedua pemain serta potensi langkah hukum lebih lanjut.

Advertisement