Berita

Pria Larang Wisatawan Foto di Parangtritis, Pemkab Bantul Tegaskan Boleh Ambil Gambar

Advertisement

Bantul – Sebuah video yang menampilkan seorang pria melarang wisatawan mengambil foto rombongan di Pantai Parangtritis, Yogyakarta, viral di media sosial. Kejadian ini memicu respons dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, yang menegaskan bahwa pengambilan foto di tempat publik seperti Parangtritis diperbolehkan.

Aturan Koperasi Wisata Dipertanyakan

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria berdebat dengan pengunjung. Keterangan video menyebutkan bahwa pria tersebut mengklaim adanya aturan dari koperasi wisata yang melarang pengambilan foto rombongan, meskipun aktivitas tersebut tidak untuk tujuan komersial.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dispar Bantul, Saryadi, menyatakan telah mengetahui adanya postingan viral tersebut. Namun, ia mengaku belum mendapatkan informasi detail mengenai kronologi kejadian.

Pengambilan Foto di Tempat Publik Diperbolehkan

Saryadi menegaskan bahwa Pantai Parangtritis adalah tempat publik, sehingga siapapun berhak mengambil foto atau video di sana. “Pada prinsipnya siapapun boleh ambil foto/video di tempat publik, termasuk Pantai Parangtritis maupun pantai manapun dengan objek foto/video yang tidak melanggar privasi orang lain,” ujar Saryadi, dilansir detikJogja, Senin (9/2/2026).

Advertisement

Namun, Saryadi menambahkan, aturan berbeda berlaku jika pengambilan foto tersebut ditujukan untuk kepentingan komersial. Dalam kasus tersebut, pengunjung diwajibkan untuk berkoordinasi atau meminta izin terlebih dahulu kepada pelaku usaha jasa foto langsung jadi yang ada di Pantai Parangtritis.

Pertemuan Rutin dengan Pengelola Wisata

Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, menyatakan bahwa pihaknya secara rutin mengadakan pertemuan dengan para pengelola wisata. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga kenyamanan pengunjung.

“Kami juga sudah rutin melakukan pertemuan dengan Pokdarwis agar jangan sampai hal-hal yang kurang baik terjadi,” kata Markus.

Advertisement