Berita

Prabowo Bela Menteri di Lokasi Bencana, PAN: Kritik Boleh, Fitnah Dilarang

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto angkat bicara mengenai anggapan negatif terhadap menteri yang mendatangi lokasi bencana. Ia menyatakan bahwa pejabat yang hadir di lokasi bencana justru serba sulit karena seringkali dianggap hanya melihat-lihat tanpa memberikan solusi.

PAN: Imbauan Presiden Perlu Direnungkan

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah boleh saja dilayangkan, namun tidak boleh sampai mengarah pada fitnah atau penyebaran hoaks. Ia menekankan pentingnya solidaritas sosial dalam menghadapi bencana alam.

“Menurut PAN, imbauan Pak Presiden Prabowo dalam arus informasi publik perlu direnungkan. Boleh mengkritik, tetapi tidak boleh fitnah dan menyebarkan hoaks. Makanya, dalam situasi menghadapi bencana alam ini, kita mesti bersatu membangun solidaritas sosial. Tidak saling menyalahkan dan mencari kambing hitam,” ujar Viva Yoga kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Bantuan Korban Bencana Bukan Politik Elektoral

Viva Yoga menambahkan bahwa bantuan kepada korban bencana adalah sebuah keharusan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan oleh kader PAN di daerah terdampak tidak ada kaitannya dengan politik elektoral.

“Bagi PAN, membantu masyarakat yang tertimpa bencana itu adalah sebuah kewajiban kemanusiaan, sesuai tuntunan agama, bukan untuk dijadikan obyek elektoral,” tegas Wakil Menteri Transmigrasi RI ini.

Ia mengutip slogan PAN, “Bantu Rakyat”, sebagai wujud komitmen partai dalam membantu masyarakat, yang dianggap sebagai amal jariah dan tidak terkait dengan politik elektoral.

Kehadiran Negara di Lokasi Bencana

Viva Yoga menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto di lokasi bencana sebagai bukti nyata negara hadir bersama rakyat. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menangani bencana di utara Pulau Sumatera.

Advertisement

“Kehadiran Pak Presiden Prabowo merupakan bentuk dari keseriusan pemerintah pusat untuk menangani pasca bencana agar masyarakat lebih cepat untuk dapat hidup normal dan pulih kembali. Kementerian dan lembaga negara, dibantu oleh TNI, POLRI, BUMN, lembaga swasta, LSM, dan kekuatan netizen sampai sekarang masih berjibaku membantu proses pemulihan, renovasi, rehabilitasi di daerah bencana,” paparnya.

Menurut PAN, kehadiran pemimpin negara di tengah korban bencana memberikan harapan dan merupakan tanggung jawab moral-etis. “Pak Presiden hadir langsung di tengah masyarakat yang tertimpa bencana adalah untuk memberikan energi positif dalam rangka mengayomi dan mengayemi (melindungi dan menenteramkan) rakyat sehingga keputusan dan solusi dapat diambil lebih cepat, tepat, dan efektif,” imbuh Viva.

Pernyataan Prabowo Sebelumnya

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), menekankan bahwa pejabat datang ke lokasi bencana bukan hanya untuk melihat, tetapi mencari solusi.

“Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat ya, dari beberapa pribadi-pribadi, komentator, dan sebagainya. Yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif,” ujar Prabowo.

Ia menanggapi kritik yang menyebut menteri datang ke tempat bencana hanya untuk melihat. “Ya saudara-saudara, serba susah. Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang, ya masa menteri ikut macul? Bukan itu,” katanya.

Prabowo menjelaskan bahwa pejabat datang untuk mengidentifikasi kekurangan dan masalah di lapangan agar dapat segera ditangani. “Pejabat datang, pemimpin datang, datang melihat apa kekurangan. Apa masalah? Apa yang bisa kita bantu? Mana yang kita bisa percepat? Kan begitu. Saya datang ketemu gubernur, ya gubernur sampaikan ‘Kita butuh ini, kita itu, Pak ada usul ini’, saya tahu langsung. Saya bisa cek, kan begitu ceritanya,” jelas Prabowo.

Advertisement