Sepakbola

Bodo/Glimt Tak Puas Meski Kalahkan Inter Milan 3-1, Pelatih Akui Beruntung

Advertisement

Bodo/Glimt berhasil meraih kemenangan dramatis atas raksasa Italia, Inter Milan, dengan skor 3-1 dalam leg pertama playoff Liga Champions di Aspymra Stadion, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Namun, kemenangan ini tidak sepenuhnya memuaskan pelatih Kjetil Knutsen, yang menilai timnya beruntung dan belum menampilkan performa terbaik.

Jalannya Pertandingan yang Ketat

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Bodo/Glimt sempat unggul lebih dulu melalui gol Sondre Fet pada menit ke-20. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Pio Esposito berhasil menyamakan kedudukan 10 menit berselang. Inter Milan mendominasi babak pertama dengan melepaskan 10 upaya tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang, sementara Bodo/Glimt hanya mampu menciptakan tiga attempts.

Memasuki babak kedua, Bodo/Glimt menunjukkan peningkatan agresivitas. Mereka melepaskan lima attempts, empat di antaranya tepat sasaran, dan berhasil mencetak dua gol tambahan melalui Jens Petter Hauge serta Kasper Hogh. Skor akhir 3-1 memberikan modal berharga bagi Bodo/Glimt untuk leg kedua.

Evaluasi Pelatih: Beruntung tapi Perlu Perbaikan

Meskipun berhasil mengalahkan tim sekelas Inter Milan, pelatih Kjetil Knutsen mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa timnya yang dinilai belum maksimal sepanjang 90 menit. Ia percaya bahwa Bodo/Glimt masih memiliki potensi untuk tampil lebih baik.

Advertisement

“Saya rasa kami sedikit beruntung hari ini. Kami sangat efektif, tapi saya rasa performa kami biasa-biasa saja hari ini. Hasilnya bagus, tapi penampilannya biasa-biasa saja,” ujar Knutsen seperti dikutip situs resmi UEFA.

Knutsen menambahkan, “Kami tahu lawan kami adalah tim yang sangat bagus. Bagusnya kami mendapat modal bagus untuk laga selanjutnya dan saya rasa kami bisa lebih bagus lagi ketimbang yang diperlihatkan hari ini.”

Kemenangan ini melanjutkan tren positif Bodo/Glimt di Liga Champions, setelah sebelumnya juga berhasil mengalahkan tim-tim kuat seperti Manchester City dan Atletico Madrid.

Advertisement