Selebriti

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan Rekan Cita Rahayu di Mal Jaksel

Advertisement

Jakarta – Polres Metro Jakarta Selatan menangkap terduga pelaku berinisial JBB terkait kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dialami Muhammad Setiaji, rekan penyanyi Cita Rahayu, di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang sebelumnya diajukan.

Kronologi Kejadian

Peristiwa yang berujung pada laporan ini terjadi beberapa bulan lalu. Muhammad Setiaji, yang diundang makan oleh Cita Rahayu dan Didi Mahardika di Pondok Indah Mall, mengaku mengalami penyerangan verbal dan fisik. Pelaku JBB diduga tidak hanya menyerang Setiaji, tetapi juga menyasar bayi dari keluarga korban.

Penahanan Pelaku

Kuasa hukum korban, Udit Wahyudi, mengonfirmasi bahwa pelaku JBB telah resmi ditahan oleh pihak kepolisian. “Sudah dilakukan penahanan sejak tanggal penangkapan kemarin, tanggal 12 Januari kalau tidak salah,” ujar Udit Wahyudi di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (27/1/2026).

Terkait isu penangkapan yang disebut terjadi di bandara, Udit enggan memberikan detail teknis. Ia menekankan bahwa langkah kepolisian dalam melakukan penangkapan dan penahanan telah sesuai prosedur. “Teman-teman semua sudah paham, sudah tahu, di media sudah ter-blow up. Dan itu merupakan tindakan kepolisian yang dilakukan Polres Jaksel yang harus kita apresiasi. Karena setiap tindakan kepolisian, tindakan hukum yang dilakukan penyidik adalah beralasan dan punya legal standing-nya,” jelasnya.

Advertisement

Klarifikasi dan Dukungan

Saat ditanya mengenai kapan Cita Rahayu akan memberikan klarifikasi langsung terkait insiden tersebut, Udit menyerahkan sepenuhnya kepada kewenangan penyidik. “Diinformasikannya. Nanti tanya penyidik saja. Soal teknis tanya penyidik,” tuturnya.

Atas dugaan perbuatannya, JBB dijerat dengan Pasal 466 dan Pasal 521 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait penganiayaan dan perusakan. Sementara itu, Cita Rahayu disebut memberikan dukungan moral kepada keluarga korban, terutama kepada bayi yang menjadi sasaran dalam insiden tersebut. “Biasa, saya support istri saya terutama. Dia (Cita) juga support anak bayi saya,” ujar Muhammad Setiaji.

Advertisement