Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Patrio, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sepanjang tahun 2025. Ia menilai perbankan pelat merah tersebut telah bekerja solid dan memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
“BNI menunjukkan konsistensi sebagai bank BUMN yang tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. Ini adalah kinerja yang patut diapresiasi,” ujar Eko Patrio pada Selasa (27/1/2026).
Sepanjang 2025, BNI berhasil mencatat penyaluran kredit lebih dari Rp 812 triliun dengan pertumbuhan sekitar 10,5 persen secara tahunan. Angka ini dilaporkan melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan secara keseluruhan.
Menurut Eko, capaian tersebut mencerminkan komitmen BNI dalam mendukung sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia.
“Pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri menunjukkan BNI hadir sebagai motor penggerak pembiayaan bagi dunia usaha,” tegasnya.
Dari sisi pendanaan, BNI mencatat dana pihak ketiga (DPK) lebih dari Rp 930 triliun dengan pertumbuhan di atas 20 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh penguatan dana murah (CASA) yang mencapai lebih dari Rp 610 triliun, menandakan tingkat kepercayaan masyarakat yang kian menguat terhadap BNI sebagai lembaga keuangan yang stabil dan kredibel.
Eko juga mengapresiasi Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, atas komitmennya dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah. Program-program tersebut meliputi Kartu Debit Komunitas Merdeka (KDKMP), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Program 3 Juta Rumah.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Putrama, BNI menunjukkan peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eko menyoroti kemajuan signifikan dalam transformasi digital BNI, yang ditandai dengan lonjakan pengguna layanan digital hingga mencapai lebih dari 10 juta pengguna. Digitalisasi ini dinilai semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perbankan yang cepat, aman, dan efisien.
Atas kinerja tersebut, BNI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 15,1 triliun hingga kuartal III 2025. Bank ini juga tetap menjaga rasio pencadangan kredit bermasalah (NPL coverage ratio) di atas 220 persen.
Menurut Eko, capaian ini mencerminkan kinerja keuangan yang sehat sekaligus penerapan prinsip kehati-hatian yang kuat dalam pengelolaan risiko.
Komisi VI DPR RI berharap BNI dapat terus mempertahankan kinerja positifnya, memperkuat pembiayaan sektor produktif, serta memperluas dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) demi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat, merata, dan berkelanjutan.






