Berita

Pensiunan Guru di Jakut Dituduh Jukir Liar, Hidup Memulung Usai SK Pensiun Raib

Advertisement

Seorang kakek bernama Candra Harahap yang viral dituduh sebagai juru parkir (jukir) liar di Jakarta Utara ternyata adalah seorang pensiunan guru. Kejadian bermula saat Candra diusir oleh pedagang bakso di kawasan Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakut.

Klarifikasi Polisi dan Pengakuan Candra

Aiptu Sudarmanto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukapura, Polsek Cilincing, menemui Candra setelah video pengusiran tersebut menjadi viral. Candra menjelaskan bahwa ia telah pensiun mengajar sejak tahun 2025. Saat ditemui, Candra mengungkapkan kondisi hidupnya yang memprihatinkan.

“Sehari-hari memulung, pendapatan tak tentu. Anak tiga, tak ada yang peduli. Ya kita gini aja, daripada nggak makan,” ujar Candra dalam video yang diterima dari Polsek Cilincing, Selasa (10/2/2026). Ia membantah keras tuduhan bekerja sebagai jukir liar.

“Saya mah cuma duduk-duduk saja, nggak pernah markir-markir gitu. Tanya aja orang-orang,” tegasnya saat dikonfrontasi mengenai tuduhan tersebut.

Kondisi Kontrakan dan Dugaan Penipuan

Candra, yang kini tinggal seorang diri di sebuah kontrakan di kawasan Tipar Cakung, sempat mengajak polisi melihat tempat tinggalnya. Kontrakan berukuran kecil di lantai dua itu dipenuhi tumpukan kardus bekas dan karung plastik yang diduga berisi barang hasil memulung.

“Tinggal sendiri, ngontrak sebulan Rp 250 ribu,” ungkap Candra.

Advertisement

Lebih lanjut, Candra mengaku pernah menjadi korban penipuan. Surat Keterangan (SK) pensiunnya sebagai guru dilaporkan telah berpindah tangan.

Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, membenarkan hal tersebut. “Beliau menerangkan bahwa SK pensiun miliknya pernah diagunkan, namun uang yang seharusnya diterima sebesar Rp 300 juta diduga telah ditipu oleh pihak lain,” jelas Bobi.

Dampak Psikologis dan Bantuan

Saat diminta menceritakan kembali kejadian pengusiran dan dugaan penipuan, Candra tampak sangat terpukul dan berulang kali menangis. Ia kemudian diantar kembali ke kontrakan sederhananya oleh polisi setelah sempat diajak makan dan berbincang.

Kejadian ini menyoroti kerentanan para lansia dan pentingnya verifikasi sebelum menuduh seseorang.

Advertisement