Pemerintah Kota Pekanbaru hari ini menggelar kegiatan Gotong Royong Bersama dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kegiatan masif ini melibatkan unsur pemerintah pusat, provinsi, kota, TNI-Polri, serta masyarakat luas. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari program nasional yang diinstruksikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sejak awal tahun 2025.
Fokus Penataan Lingkungan Perkotaan
Program nasional tersebut mencakup berbagai aspek penataan kota, mulai dari pemotongan baliho dan billboard yang melanggar aturan, penataan serta penertiban kabel udara, pengelolaan sampah yang efektif, pengendalian banjir, hingga normalisasi sungai dan danau. Tujuannya adalah untuk menjaga estetika dan meningkatkan ketahanan lingkungan perkotaan.
Apel Bersama dan Partisipasi Luas
Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Saria Labdi, mewakili Plt. Gubernur Riau. Apel ini diikuti oleh seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, yang bergabung dengan seluruh KSN dan ASN Pemerintah Kota Pekanbaru. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru, termasuk unsur Kepolisian, Kejaksaan, TNI, DPRD, Pengadilan Negeri, serta instansi vertikal terkait, turut hadir. Jajaran TNI dan Polri, Wakil Wali Kota Pekanbaru, serta para pimpinan perangkat daerah juga memeriahkan acara ini. Total peserta apel dan gotong royong mencapai sekitar 1.300-1.600 peserta dari Pemerintah Kota Pekanbaru dan sekitar 300 peserta dari Pemerintah Provinsi Riau.
Setelah apel, seluruh peserta menyebar ke berbagai titik di Pekanbaru untuk melaksanakan kegiatan kebersihan.
Gerakan Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
Wali Kota Pekanbaru menegaskan bahwa gotong royong ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan yang telah diinstruksikan secara struktural. Seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru diwajibkan melaksanakan gotong royong di lingkungan kantor masing-masing selama 30 menit sebelum jam kerja setiap hari. Selain itu, mereka juga diwajibkan aktif bergotong royong di lingkungan tempat tinggalnya minimal satu kali sepekan, biasanya pada hari Sabtu atau Minggu, dan melaporkannya kepada kepala OPD masing-masing.
Kebijakan ini dirancang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan, baik di ruang kerja maupun di tengah masyarakat.
Apresiasi dari Pemerintah Provinsi Riau
Kegiatan gotong royong massal ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Provinsi Riau. Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Saria Labdi, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kerja keras Pemerintah Kota Pekanbaru. Menurutnya, langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemkot Pekanbaru sejak tahun 2025 menunjukkan keseriusan dalam menjalankan instruksi Presiden, mulai dari penertiban baliho dan billboard, penataan kabel, hingga penguatan budaya gotong royong dan kebersihan lingkungan.
“Pekanbaru luar biasa. Kami bangga dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras Pemerintah Kota Pekanbaru. Apa yang dilakukan sejak 2025 sudah sejalan dengan arahan Presiden, dan hari ini terlihat nyata kekompakan antara pusat, provinsi, dan kota,” ujar Sekda Provinsi Riau.
Saria Labdi menegaskan bahwa sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, dan Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan peran Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi yang mampu menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Riau.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi harus menjadi contoh dalam membangun kota yang bersih, tertib, indah, dan berkelanjutan,” tegas Wali Kota Pekanbaru.
Melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat, Gerakan Indonesia ASRI diharapkan dapat berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan, pengendalian banjir, serta kenyamanan hidup masyarakat.






