Seorang remaja laki-laki di Bogor, Jawa Barat, yang sempat dikabarkan menjadi korban begal di Kecamatan Ciseeng, ternyata berbohong. Ia mengaku menjadi korban begal karena takut dimarahi orang tuanya setelah terlibat dalam aksi tawuran.
Klarifikasi Keluarga
Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut telah diklarifikasi oleh pihak keluarga. “Betul, sudah diklarifikasi sama keluarga,” ujar Kompol Maman, Senin (9/2/2026).
Menurut Kompol Maman, alasan remaja tersebut mengarang cerita menjadi korban begal adalah untuk menghindari kemarahan orang tuanya. “Betul, supaya tidak dimarah orang tua,” ungkapnya.
Dalam sebuah video klarifikasi yang dibagikan oleh pihak keluarga, seorang perwakilan keluarga menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai pembegalan tersebut tidak benar. “Saya perwakilan keluarga korban ingin menginformasikan bahwa kejadian yang diberitakan di media sosial itu tidak benar, yang terjadi itu tawuran,” kata perwakilan keluarga tersebut.
Pihak keluarga menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi bukanlah aksi begal, melainkan tawuran. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat informasi yang salah tersebut. “Kejadian itu tidak terjadi begal, tapi tawuran. Saya mohon maaf atas perwakilan keluarga, yang diberitakan itu hoaks,” bebernya.
Peristiwa tawuran yang melibatkan remaja tersebut terjadi pada Minggu (8/2) dini hari.






