Pencarian terhadap pelatih tim sepak bola wanita Valencia CF asal Spanyol, Martin Carreras, beserta dua anaknya yang hilang setelah kapal pinisi mereka tenggelam di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, diperpanjang. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akan melanjutkan upaya pencarian selama tiga hari ke depan.
Perpanjangan Operasi SAR
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menyatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, Tim SAR gabungan akan memaksimalkan upaya pencarian hingga 4 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR gabungan di Posko Operasi SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Kamis malam.
Perpanjangan operasi SAR juga mempertimbangkan permintaan resmi dari Duta Besar Spanyol yang disampaikan melalui surat tertulis kepada Basarnas pada 31 Desember 2025. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo juga mengajukan permintaan serupa.
Keluarga Korban Ikut dalam Pencarian
Keluarga korban yang berasal dari Spanyol telah bergabung dengan Tim SAR gabungan dalam upaya pencarian di Selat Pulau Padar pada Kamis (1/1/2026). Mereka diajak untuk melihat langsung lokasi tenggelamnya kapal pada malam 26 Desember 2025 menggunakan speedboat milik Polri.
Di lokasi tersebut, keluarga korban menyaksikan secara langsung kondisi arus dan gelombang yang dinamis. Arus deras dan gelombang tinggi terlihat muncul dan menghilang di beberapa titik, meskipun di bagian perairan lainnya tampak relatif tenang.
“Di sini (selat Pulau Padar) ada anomali cuaca. Sebelumnya perairan tidak bergelombang tiba-tiba kita menemukan bertemu dengan gelombang,” ujar Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, menjelaskan kondisi perairan yang sulit diprediksi.






