Berita

Kementerian Pertahanan Siapkan Jalan Tol Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur

Advertisement

Kementerian Pertahanan tengah menyusun strategi agar sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional di berbagai wilayah Indonesia dapat difungsikan sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat tempur. Langkah ini diambil untuk memperkuat kesiapsiagaan pertahanan di wilayah kepulauan.

Konsep Kesiapsiagaan Pertahanan

Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa konsep ini sangat krusial untuk menjaga kesiapsiagaan pertahanan di wilayah kepulauan Indonesia. Dengan tersedianya banyak titik alternatif pendaratan, operasional pesawat tempur diharapkan tetap berjalan lancar meskipun pangkalan utama mengalami gangguan.

“Kita ingin di setiap pulau besar memiliki banyak alternatif pangkalan. Kalau satu pangkalan diserang, masih ada opsi lain. Karena itu, beberapa ruas jalan tol ke depan akan kita desain agar bisa difungsikan sebagai runway ,” ujar Donny dalam keterangan tertulis yang diterima di Lampung, Rabu (11/2/2026), dilansir Antara.

Koordinasi Lintas Kementerian

Donny menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur di masa mendatang akan diselaraskan dengan kebutuhan pertahanan negara. Kementerian Pertahanan akan terus menjalin koordinasi erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta pihak pengelola jalan tol untuk memastikan spesifikasi teknis landasan darurat dapat terpenuhi.

Advertisement

“Ke depan, dalam pembangunan jalan tol, kami akan sesuaikan spesifikasinya agar memenuhi persyaratan sebagai runway . Ini bagian dari roadmap pertahanan nasional,” tegas Donny.

Kemampuan Penerbang TNI AU

Lebih lanjut, Donny mengapresiasi kemampuan para penerbang TNI Angkatan Udara yang dinilai telah teruji dalam mendaratkan pesawat tempur di ruas jalan tol dengan lebar yang terbatas. Pendaratan di jalan tol memang memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan di pangkalan udara.

“Lebar jalan tol hanya sekitar 24 meter, jauh lebih sempit dibanding runway bandara yang bisa mencapai 45 sampai 60 meter. Ini cukup riskan, tapi penerbang TNI AU sudah dilatih untuk kondisi sempit dan hasilnya aman,” ungkap Donny.

Advertisement