JAKARTA, 13 Januari 2026 – Peringatan Hari Desa Nasional tahun ini dipastikan akan berlangsung meriah dengan serangkaian acara inovatif yang dirancang untuk membangkitkan semangat dan kebanggaan masyarakat desa di seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi kompetisi YouTuber Desa, turnamen e-sport, hingga festival film desa yang dikemas dengan konsep layar tancap.
Inovasi Konten dan Kompetisi
Salah satu sorotan utama adalah kompetisi YouTuber Desa. “Nanti kita akan tampilkan YouTuber-YouTuber 12 terbaik itu kompetisi mereka. Pesertanya ribuan, kemarin tapi tinggal 12. Mereka bikin konten, bagaimana mereka mengangkat desa mereka supaya baik, supaya bagus, produk mereka dipasarkan, atau keunggulan desa itu apa,” ujar Yandri, narasumber dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (13/1/2026).
Selain itu, Hari Desa Nasional juga akan dimeriahkan dengan kompetisi e-sport yang finalnya akan disaksikan oleh banyak pihak, termasuk para kepala desa dan bupati. Puncak perayaan yang dijadwalkan pada Kamis (15/1) akan menampilkan Festival Film Desa dengan konsep layar tancap.
Yandri menekankan pentingnya acara ini untuk mengubah persepsi tentang kehidupan desa. “Saya ikut nonton. Jadi gini … dengan banyak program begini, saya ingin membuat desa itu menjadi bangga, bermutu, berkualitas, dan tidak minder. Tidak usah malu kalau jadi orang desa,” tuturnya.
Pentingnya Peringatan Hari Desa
Menurut Yandri, Hari Desa Nasional memiliki signifikansi penting mengingat perkembangan desa yang semakin beragam. “Artinya, desa sekarang sudah mulai bangkit, dengan begini, maka perlu peringatan hari desa,” katanya, merujuk pada berbagai jenis desa yang kini bermunculan, seperti desa ekspor, desa wisata, liga desa, dan pemuda-pemudi pelopor desa.
Penghargaan bagi Desa Berkontribusi
Momen puncak Hari Desa Nasional juga akan menjadi ajang pemberian penghargaan bagi desa-desa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar dan menjadi inspirasi. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) akan memberikan apresiasi kepada desa-desa tersebut.
Yandri mencontohkan desa seperti Awang Bakal Barat di Kabupaten Banjar, yang berhasil mengubah bekas tambang galian pasir menjadi desa wisata. “Memang mereka nggak ikut lomba, tapi menurut saya ini sesuatu,” jelasnya.
Contoh lain adalah desa Tibubeneng di Bali, yang BUMDes-nya telah sukses mengelola restoran, simpan pinjam, tempat yoga, dan stadion olahraga. “Ini menurut saya inspirasi juga, jadi BUMDes jadi lembaga ekonomi tidak kalah dengan lembaga ekonomi lain,” kata Yandri.
Pameran BUMDes dan Desa Unggulan
Acara ini juga akan menghadirkan pameran yang diikuti oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari berbagai daerah. Mereka akan memamerkan produk dan inovasi di booth yang disediakan oleh Kemendes PDT.
“Kita undang semua pemenang itu, banyak sekali pemenang desa tematik, desa wisata, desa bebas sampah, desa ekspor, pemuda-pemudi pelopor desa, desa ramah ibu dan anak, desa terbaik untuk pekerja migran. Jadi semua itu kami lakukan dalam rangka desa hebat, desa oke, desa mampu mengangkat derajat bangsa,” pungkasnya.






