Seorang remaja laki-laki di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan nekat membohongi orang tuanya sendiri dengan mengaku sebagai korban begal. Padahal, fakta sebenarnya adalah remaja tersebut terlibat dalam aksi tawuran.
Klarifikasi Keluarga
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (8/2/2026) dini hari itu terungkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah membenarkan adanya klarifikasi dari pihak keluarga.
“Betul, sudah diklarifikasi sama keluarga,” kata Kompol Maman Firmansyah, Senin (9/2/2026).
Menurut Kompol Maman, alasan remaja tersebut berbohong adalah karena takut dimarahi oleh orang tuanya.
“Betul, supaya tidak dimarah orang tua,” ungkapnya.
Permohonan Maaf
Dalam sebuah video klarifikasi yang dibagikan, perwakilan keluarga mengakui bahwa remaja tersebut memang terlibat dalam tawuran, bukan menjadi korban begal.
“Saya perwakilan keluarga korban ingin menginformasikan bahwa kejadian yang diberitakan di media sosial itu tidak benar, yang terjadi itu tawuran,” ujar perwakilan keluarga tersebut.
Pihak keluarga menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah aksi begal. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat timbul akibat informasi yang tidak benar tersebut.
“Kejadian itu tidak terjadi begal, tapi tawuran. Saya mohon maaf atas perwakilan keluarga, yang diberitakan itu hoaks,” tegasnya.






