Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan perkembangan Program Sekolah Rakyat yang kini telah beroperasi di 166 titik di seluruh Indonesia, melayani ribuan siswa dari keluarga kurang mampu. Ia menyampaikan laporan ini kepada Presiden Prabowo Subianto saat peresmian sekolah rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026).
Rincian Operasional Sekolah Rakyat
Gus Ipul merinci bahwa sebanyak 60 Sekolah Rakyat mulai beroperasi sejak Juli 2025, disusul 37 sekolah pada Agustus 2025, dan puluhan lainnya pada akhir September hingga awal Oktober 2025. “Total 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota seluruh Indonesia,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/1/2026).
Saat ini, 166 Sekolah Rakyat tersebut menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga pendidikan. Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Menjangkau ‘The Invisible People’
Program ini secara khusus dirancang untuk menjangkau keluarga yang selama ini tidak tersentuh atau dikenal sebagai ‘the invisible people’. Berdasarkan data lapangan yang disinkronkan dengan Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 60 persen siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga buruh harian lepas, kuli bangunan, hingga tukang ojek. Sebagian besar dari mereka adalah anak yatim piatu, korban kekerasan domestik yang putus sekolah, atau bahkan belum pernah mengenyam bangku pendidikan.
“Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa. Ini adalah ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan,” jelas Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa siswa mendapatkan pemenuhan gizi tiga kali makan dan dua kali snack, kurikulum modern berbasis digital, serta pengembangan bakat melalui Talent DNA.
Transformasi Akademis dan Fisik Siswa
Hasil pemantauan selama enam bulan menunjukkan perbaikan kondisi fisik siswa, termasuk penurunan angka anemia dan kenaikan berat badan. Transformasi akademis juga terlihat menonjol. Salah satu siswa berprestasi tingkat SMA, Nazril, memberikan testimoni emosional, “Sejak di Sekolah Rakyat, saya tidak lagi mengalami perundungan. Saya sudah bisa menulis dan membaca. Terima kasih Pak Prabowo.”
Peninjauan Fasilitas Sekolah Rakyat Terpadu
Sebelum melaporkan perkembangan, Gus Ipul mendampingi Presiden Prabowo meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru. Presiden meninjau kegiatan belajar mengajar di dua kelas, di mana seluruh siswa mendapatkan laptop yang terhubung dengan sistem Learning Management System (LMS) untuk pembelajaran daring dan terpadu. Fasilitas lain yang ditinjau meliputi perpustakaan, laboratorium, dan ruang makan siswa.
Peresmian dan Kehadiran Kabinet
Acara peresmian di kompleks SRT Banjarbaru dihadiri ratusan perwakilan orang tua siswa. Atraksi baris-berbaris variasi dari siswa Sekolah Rakyat Pasuruan bersama sekolah lintas agama turut memeriahkan acara. Jajaran Kabinet Merah Putih yang hadir antara lain Wakil Mensos Agus Jabo Priyono, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, MenPPA Arifatul Choiri Fauzi, Menko PMK Pratikno, Menkomdigi Meutia Hafidz, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, serta para gubernur dan bupati/wali kota.






