Gempa bumi bermagnitudo 2,7 mengguncang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (26/1/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Penyebab Gempa
Kepala BMKG Wilayah II, Daryono, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi termasuk dalam kategori gempa bumi dangkal. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Daryono, Senin (26/1/2026).
Gempa tersebut terjadi pada pukul 08.29 WIB. Episenter gempa bumi berlokasi di koordinat 6,38 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,17 derajat Bujur Timur (BT). Lokasi gempa berada di darat, sekitar 2 kilometer arah selatan Kabupaten Bekasi, dengan kedalaman 7 kilometer.
Dampak Getaran
Getaran gempa dirasakan oleh warga di wilayah Cikarang dan Karawang, Jawa Barat. “Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Cikarang dan Karawang dengan Skala Intensitas II-III MMI,” kata Daryono. Skala intensitas ini berarti getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk yang lewat, dan dirasakan oleh beberapa orang. Benda-benda ringan yang digantung pun dilaporkan bergoyang.
Hingga berita ini diturunkan pada pukul 09.00 WIB, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.






