Berita

Detik-detik Mengerikan: Rumah Warga di Pekalongan Amblas Terseret Tanah ke Sungai

Advertisement

Sebuah video yang memperlihatkan pergerakan rumah warga di Sungai Kupang, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, viral di media sosial. Peristiwa tanah bergerak ini sontak membuat warga sekitar panik dan heboh.

Rumah Bergerak Akibat Tanah Amblas

Dalam rekaman video yang beredar, tampak sejumlah warga berkerumun menyaksikan sebuah rumah bercat cokelat perlahan bergerak ke bawah menuju sungai. Teriakan histeris warga terdengar saat rumah tersebut semakin amblas.

Pemilik rumah, Yasin (53), menceritakan bahwa peristiwa mengerikan ini terjadi pada Jumat (23/1/2026) siang. Ia mengungkapkan bahwa pohon besar jenis mangga, yang oleh warga setempat disebut pohon bawang, setinggi hampir 8 meter, beserta pohon petai di dekat rumahnya, tiba-tiba bergeser sejauh hampir 10 meter ke arah sungai sebelum akhirnya terjatuh.

“Itu yang kemudian viral. Pohon apa kalau sini namanya pohon bawang ya yang mangga tapi yang besar itu kan tadinya di sini, tiba-tiba bergeser sama pohon petai itu, sejauh hampir 10 meter, terus terjatuh ke sungai,” kata Yasin.

Warga Panik dan Berupaya Evakuasi

Situasi di lokasi saat itu diliputi kepanikan. Yasin segera mengajak istri dan anak-anaknya untuk keluar rumah sambil membawa dokumen-dokumen penting. Barang-barang lain tidak sempat diselamatkan karena fokus utama adalah keselamatan.

“Suasana panik, saya langsung ajak istri dan anak-anak untuk segera keluar dari rumah, bawa surat-surat penting. Barang-barang lain nggak terpikir, karena rumah juga amblas,” ujar Yasin.

Advertisement

Ia menambahkan bahwa pohon-pohon dan tanah di sebelah rumahnya langsung bergeser ke bawah dan runtuh ke sungai.

“Pohon-pohon sama tanah yang di sebelah rumah, langsung bergeser ke arah bawah dan hanyut, runtuh ke bawah,” tambahnya.

Kondisi Rumah Mengalami Penurunan Drastis

Saat ini, rumah Yasin dilaporkan mengalami penurunan ketinggian sekitar 10 cm di bagian ruang tamu. Kondisi ini menyebabkan dinding rumah retak dan lantai pecah, membuatnya tidak layak huni.

“Turun sekitar 10 cm di ruang tamu. Bisa dilihat, dinding juga retak. Ini sudah tidak bisa ditempati. Apalagi hujan terus terjadi. Pintu rumah saja, awalnya tidak bisa dibuka karena penurunan ini. Terpaksa dibongkar untuk evakuasi barang-barang,” jelas Yasin.

Advertisement