Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endang Setyawati Thohari, mendorong penguatan regulasi dan anggaran riset serta inovasi di sektor pertanian Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk menopang political will Presiden terpilih Prabowo Subianto di bidang pertanian.
Anggaran Riset Pertanian Masih Lemah
Endang menilai dukungan pendanaan terhadap inovasi teknologi pertanian masih belum optimal. Padahal, berbagai hasil riset telah banyak diciptakan oleh lembaga penelitian nasional. Namun, ia menyayangkan temuan-temuan tersebut belum dapat disebarluaskan secara maksimal kepada petani karena keterbatasan anggaran.
Politisi Partai Gerindra ini juga menyoroti tren penurunan anggaran riset di Kementerian Pertanian. Ia menegaskan bahwa riset seharusnya menjadi fondasi utama menuju swasembada pangan. Idealnya, anggaran riset dapat mencapai 20 persen dari total anggaran kementerian.
Pentingnya Payung Hukum untuk Kekayaan Genetik
Selain penguatan anggaran, Endang juga menekankan pentingnya percepatan pengesahan Undang-Undang Sumber Daya Genetik (SDG). Regulasi ini diperlukan untuk melindungi kekayaan genetik nasional. Keberagaman zona agroekologi di Indonesia membutuhkan payung hukum yang jelas agar pengembangan varietas unggul dapat selaras dengan potensi lokal.
“Bibit unggul belum tentu berhasil jika tidak sesuai dengan zona agroekologinya. Karena itu, potensi lokal harus dilindungi secara regulatif,” ujar Endang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/1/2026).
Perbandingan Riset Masa Lalu dan Kini
Pernyataan Endang disampaikan usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (23/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia membandingkan kondisi penelitian dan pengembangan pertanian di masa lalu dengan kondisi saat ini.
Dahulu, penelitian dan pengembangan pertanian menjadi prioritas utama dengan dukungan pendanaan yang memadai serta insentif bagi para peneliti. Berbeda dengan kondisi sekarang, banyak hasil riset justru terhenti di tingkat peneliti dan tidak sampai ke lapangan.
Perlunya Kebijakan Riset yang Berkelanjutan
Meskipun mengakui political will Presiden terpilih Prabowo di sektor pertanian sudah terlihat kuat, Endang menekankan perlunya langkah strategis yang berkelanjutan. Hal ini penting agar kebijakan riset pertanian tidak berubah setiap kali terjadi pergantian menteri.
“BRMP sebagai penerus badan litbang harus benar-benar menjadi prioritas dalam pembangunan pertanian nasional,” pungkasnya.






