Berita

Aksi Arogan Sejoli Merokok Sambil Berkendara di Palmerah Berujung Pukulan

Advertisement

Sebuah video yang merekam aksi arogan sepasang kekasih saat berkendara motor di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, menjadi viral di media sosial. Insiden ini bermula ketika salah satu dari mereka merokok di jalanan sambil membawa bayi, dan memukul pengendara lain yang menegurnya.

Kronologi Kejadian

Dalam rekaman video yang beredar pada Selasa (27/1/2026), terlihat seorang pria dan wanita mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm. Keduanya terlihat merokok di tengah lalu lintas, bahkan salah satunya menggendong seorang bayi. Pengendara yang menegur mereka juga tidak mengenakan helm.

Pengendara yang menegur kembali mengingatkan pasangan tersebut untuk tidak merokok di jalan. “Kalau di motor jangan merokok, dong,” ujar si penegur. Namun, respons dari pengendara yang merokok justru menantang, “Kenapa?”

Penegur kemudian menjelaskan kekhawatirannya, “Kena abunya kena orang, baranya kena orang.” Merasa tidak terima dengan teguran tersebut, pengendara yang merokok kemudian menyiramkan air ke arah rokok yang dipegang pasangannya. Aksi ini memicu kemarahan pengendara yang merokok. Ia mengejar penegur, dan terjadilah perdebatan yang berujung pada pukulan ke arah kepala penegur.

“Gue bilang matiin. Lu bawa anak bayi nggak boleh ngerokok dong,” ujar penegur dalam perdebatan tersebut. Pemotor yang merokok membalas dengan nada ancaman, “Gue anak sini n****, a*** lu, mau gue matiin lo sini. Lu anak mana sih.”

Advertisement

Polisi Turun Tangan

Kapolsek Palmerah, Kompol Gomos Simamora, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pelaku yang merokok saat berkendara telah dimintai keterangan.

“Iya, pelaku sudah diminta keterangan,” kata Gomos saat dihubungi, Selasa (27/1/2026).

Meskipun demikian, Gomos belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai duduk perkara kasus ini. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendalami motif di balik emosi yang ditunjukkan oleh pelaku.

“Masih dimintai keterangannya. Kita kan juga perlu tahu apakah penyebabnya emosi,” ujarnya menambahkan.

Advertisement