Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi penipuan travel umrah. Langkah edukasi ini diambil menyusul masih adanya laporan mengenai dugaan penipuan dan pelanggaran dalam penyelenggaraan ibadah umrah.
Upaya Perlindungan Jemaah
Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kemenag, Andi Muhammad Taufik, menekankan pentingnya kehati-hatian calon jemaah sejak awal. Ia mengimbau agar tidak mudah tergiur dengan penawaran harga yang tidak masuk akal dan selalu memastikan legalitas serta kredibilitas penyelenggara perjalanan ibadah umrah.
“Jemaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jemaah dari kerugian,” ujar Andi Muhammad Taufik.
Untuk melindungi diri dari penipuan, Kemenag membagikan empat tips utama:
1. Verifikasi Legalitas Agen
Pastikan travel umrah terdaftar secara resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui situs SATU HAJI (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji) Kemenag. Jemaah dapat memeriksa status izin, nomor Surat Keputusan (SK), akreditasi, serta masa berlaku izin. Travel yang tidak terdaftar di sistem Kemenag dinyatakan ilegal. Selain itu, disarankan untuk memastikan keberadaan kantor fisik, rekam jejak operasional minimal dua tahun, serta mewaspadai paket umrah dengan harga yang jauh di bawah standar pasar.
2. Periksa Reputasi dan Testimoni
Telusuri ulasan dari jemaah sebelumnya melalui berbagai platform seperti Google Reviews, media sosial, atau situs resmi agen perjalanan. Rekomendasi dari keluarga dan kerabat yang sudah berpengalaman juga menjadi rujukan yang sangat berharga. Hindari travel yang tidak memiliki testimoni yang kredibel atau ulasan negatif yang signifikan. Jemaah juga dianjurkan untuk memeriksa daftar travel bermasalah yang mungkin dirilis oleh Kemenag maupun otoritas terkait di Arab Saudi.
3. Tinjau Dokumen dan Biaya Secara Teliti
Mintalah rincian biaya perjalanan secara lengkap, mencakup tiket pesawat, biaya visa, akomodasi di Arab Saudi, konsumsi selama di sana, serta transportasi lokal. Pastikan terdapat bukti reservasi hotel dan jadwal keberangkatan yang jelas sebelum melakukan pembayaran penuh. Perhatikan dengan seksama isi kontrak perjanjian, terutama mengenai klausul pengembalian dana (refund) dan perlindungan asuransi. Pembayaran sebaiknya dilakukan melalui rekening resmi atas nama perusahaan travel, dan seluruh bukti transaksi wajib disimpan dengan baik sebagai dokumentasi.
4. Pilih Fasilitas dan Layanan yang Standar
Pastikan travel umrah menyediakan pembimbing ibadah yang bersertifikat, akomodasi yang layak sesuai standar, serta kepastian mengenai jadwal keberangkatan. Membandingkan beberapa pilihan paket umrah dari beberapa travel yang terpercaya juga sangat dianjurkan sebelum mengambil keputusan akhir.
Cara Melaporkan Dugaan Pelanggaran
Jika menemukan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan haji atau umrah, masyarakat diimbau untuk segera melaporkannya melalui kanal resmi Kemenag. Pengaduan dapat disampaikan melalui:
- Email: pengaduan@haji.go.id
- WhatsApp: +6282311014646





