Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah utara Jakarta. Peringatan ini berlaku untuk periode 11 hingga 16 Februari 2026.
Penyebab dan Waktu Kejadian
Menurut informasi yang diunggah melalui akun Instagram BPBD DKI Jakarta (@bpbddkijakarta), peningkatan risiko banjir pesisir disebabkan oleh fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan Fase Bulan Baru. Kondisi ini diprediksi akan meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi antara pukul 05.00 hingga 10.00 WIB di beberapa wilayah pesisir utara Jakarta, meliputi:
- Kamal Muara
- Kapuk Muara
- Penjaringan
- Pluit
- Ancol
- Kamal
- Marunda
- Cilincing
- Kalibaru
- Muara Angke
- Tanjung Priok
- Kepulauan Seribu
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir utara untuk meningkatkan kewaspadaan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
- Menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob, terutama saat pasang tinggi.
- Memastikan sistem drainase di sekitar rumah berfungsi baik untuk mencegah genangan air.
- Terus memantau peringatan dini gelombang pasang melalui situs resmi bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.
Masyarakat juga dianjurkan untuk mengunduh buku panduan kesiapsiagaan banjir di tiny.cc/bukusakusiagabanjir dan melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI. Informasi terkini mengenai banjir dapat diakses melalui pantaubanjir.jakarta.go.id.
Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi nomor 112.
Dampak Potensial Banjir Pesisir
Banjir pesisir ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, termasuk:
- Aktivitas bongkar muat di pelabuhan.
- Aktivitas di pemukiman pesisir.
- Aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi pasang maksimum air laut serta memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).





