JAKARTA, 13 Januari 2026 – Ratusan kepala keluarga yang sebelumnya mendiami Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur, kini telah direlokasi ke sejumlah rumah susun (rusun) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa warga yang direlokasi akan mendapatkan keringanan berupa gratis sewa selama enam bulan, sementara bagi lansia, fasilitas ini berlaku seumur hidup.
Pengembalian Fungsi Lahan TPU
Relokasi ini dilakukan sebagai upaya pengembalian fungsi TPU Kebon Nanas yang daya tampungnya telah habis. Berdasarkan pendataan, terdapat 103 kepala keluarga (KK) yang menempati area seluas 3.754 meter persegi tersebut. Dari jumlah tersebut, 73 KK bersedia pindah ke rusun, sementara 30 KK lainnya memilih mencari tempat tinggal sendiri karena alasan pekerjaan dan usaha.
Gubernur Pramono Anung menjelaskan bahwa dari total 80 TPU di Jakarta, sebanyak 69 TPU sudah penuh dan menerapkan sistem pemakaman tumpang tindih. “Kebon Nanas ini sebenarnya sudah tidak bisa lagi. Dengan pengembalian fungsi lahan ini, nantinya bisa menampung kurang lebih 1.000 makam baru,” ujar Pramono.
Dukungan Sosial dan Ekonomi
Dalam dialog dengan warga, Pramono menekankan aspek kemanusiaan dari relokasi ini. Ia berharap warga dapat menjalani kehidupan yang lebih layak dan manusiawi di rumah susun. “Bagaimanapun, kalau tempat tinggalnya lebih layak, anak-anaknya bisa sekolah lebih baik, interaksi sosial juga lebih baik,” ucapnya.
Pemprov DKI Jakarta tidak hanya memindahkan warga, tetapi juga memberikan pendampingan sosial dan ekonomi. Selama masa adaptasi, warga dibebaskan dari biaya sewa rusun untuk membantu mereka menata kembali kehidupan dan mata pencaharian. Selain itu, jajaran Pemprov juga akan membantu pengurusan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi lansia.
Proses Relokasi dan Fasilitas Rusun
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menambahkan bahwa proses relokasi warga TPU Kebon Nanas telah berlangsung secara bertahap sejak 6 Januari 2026. Sebanyak 73 KK ditempatkan di enam rumah susun, yaitu Rusun Pulo Gebang, Cipinang Muara, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara Barat, Jatinegara Kaum, dan Pondok Bambu.
Selain hunian, Pemerintah Kota Jakarta Timur juga memberikan bantuan kepada warga relokasi berupa modal usaha Rp 500 ribu, paket kebutuhan dasar, hygiene kit, dan kasur. “Pasca-relokasi, lahan TPU akan dimatangkan kembali agar siap menjalankan fungsi pelayanan pemakaman bagi warga Jakarta,” imbuh Munjirin.
Pengalaman Warga di Rusun
Setelah pindah ke rumah susun, warga mengaku dapat menjalani hidup dengan lebih layak dan manusiawi. Salah seorang warga menceritakan pengalaman mistis yang pernah dialaminya saat masih tinggal di TPU Kebon Nanas. “Kayak kuntilanak, Pak,” jawab seorang warga yang mengenakan jilbab saat ditanya mengenai penampakan.
Ia mengaku pernah melihat hal-hal yang membuat merinding, namun rasa takut itu perlahan hilang karena sudah terbiasa setelah bertahun-tahun tinggal di TPU. “Iya, ada. Tapi nggak takut, Pak,” ucapnya.
Warga lainnya, Guntur, yang telah tinggal di TPU Kebon Nanas selama 17 tahun, menyatakan kenyamanannya di rumah susun. “Dulu ya nyaman-nyaman aja, sudah biasa. Tapi kalau sekarang kan lebih manusiawi, Pak,” kata Guntur. Ia menyebut fasilitas di rumah susun jauh lebih lengkap, mulai dari playground, jogging track, masjid, lapangan futsal, hingga taman yang membuat anak-anak betah.






