Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memulai pembongkaran 98 tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Langkah ini disambut antusias oleh warga yang berharap proyek gagal tersebut segera diatasi demi kelancaran lalu lintas dan keindahan kota.
Harapan Warga untuk Kelancaran Lalu Lintas
Pembongkaran tiang monorel yang memakan badan jalan di Jalan HR Rasuna Said menjadi perhatian utama warga. Clara (30), salah seorang warga yang ditemui di kawasan tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya sekaligus dukungannya.
“Sumpah udah ngebayangin itu titik macet soalnya, moga aja solusi gimana lah biar nggak macet pas bongkar,” ujar Clara.
Ia menambahkan, keberadaan tiang-tiang tersebut dinilai mengganggu pemandangan dan memperparah kemacetan, terutama pada jam sibuk.
Rahma (23), warga lainnya, juga menyuarakan harapan serupa. Ia berharap proses pembongkaran tidak menambah beban kemacetan yang sudah kerap terjadi di sepanjang Jalan Rasuna Said.
“Jangan sampe memperparah macet sekitar situ,” kata Rahma.
Kiki, seorang pekerja di kawasan Rasuna Said, menilai tiang monorel tersebut memakan satu lajur kendaraan, sehingga berkontribusi signifikan terhadap kemacetan.
“Jujur di situ sering banget macet ya, karena ya tiang monorel itu sendiri udah makan 1 lajur kendaraan,” ucap Kiki.
Dukungan untuk Penataan Kota yang Lebih Baik
Selain kelancaran lalu lintas, warga juga menyambut baik upaya Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan estetika kota. Clara menilai langkah ini sejalan dengan keinginan Gubernur saat ini untuk mempercantik Jakarta.
“Ya mungkin dari Pak Gub (Pramono Anung) yang sekarang pengen lebih estetika ya oke lah. Daripada sekedar tiang mangkrak ya. Bagus juga kalau dibongkar, nggak ganggu pemandangan,” jelas Clara.
Pras (35), warga Jakarta Selatan yang sering melintas, berharap Jalan Rasuna Said pascapembongkaran dapat menyerupai Jalan Sudirman yang lebih tertata.
“Alhamdulillah akhirnya mau dibongkar juga. Semoga jadi mirip kayak jalan Sudirman nggak ada pemisah lajur lambat dan cepat. Suka bikin macet soalnya, karena pada pindah lajur di titik tertentu kayak Patra Kuningan. Ditambah lagi ganggu pemandangan tiang-tiangnya,” kata Pras.
Namun, Clara juga menyayangkan besarnya anggaran yang diduga terbuang untuk proyek yang akhirnya dibongkar.
“Bingung juga kalau dibongkar habisin dana miliaran tuh kayak sayang banget udah ditanem abis miliaran sekarang dibongkar lagi abis miliaran lagi. Capek banget sama model proyek-proyek gagal kayak gini,” keluhnya.
Rencana Penataan Kawasan Pascapembongkaran
Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembongkaran 98 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said akan rampung pada September 2026. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Dinar Wenny, menyatakan bahwa total ada 98 tiang yang akan dibongkar.
Lebih lanjut, Dinar menjelaskan bahwa setelah pembongkaran, akan dilakukan penataan kawasan secara menyeluruh. Penataan ini meliputi perbaikan jalan, trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan penyesuaian elemen pendukung lainnya untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman, termasuk peningkatan penerangan jalan umum.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, sebelumnya mengungkapkan bahwa anggaran sekitar Rp 100 miliar tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel, tetapi juga mencakup penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang sisi timur Jalan Rasuna Said. Ia menegaskan bahwa seluruh penataan ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena aset jalan dan trotoar merupakan milik Pemprov DKI Jakarta.






