Berita

Warga Babakan Madang Bogor Dilanda Kecemasan Akibat Banjir Susulan yang Mengancam

Advertisement

Meskipun banjir di Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, telah surut, trauma dan kekhawatiran akan kejadian serupa masih membekas kuat di benak masyarakat. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut kerap kali memicu rasa waswas.

Kekhawatiran Warga Terhadap Kerusakan Properti

Rudi (53), seorang warga Desa Cijayanti, mengungkapkan kegelisahannya setiap kali hujan deras turun. Ia khawatir barang-barang elektronik di rumahnya, seperti kulkas, televisi, dan dispenser, akan rusak. “Waswas, jadi nggak tenang kalau hujan deras, barang elektronik rusak, kulkas, TV (televisi), dispenser. Untung motor bisa diselamatkan,” katanya pada Jumat (13/2/2026).

Ia menceritakan pengalaman pahit saat banjir menerjang dua hari sebelumnya. Ketinggian air di rumahnya mencapai 1,2 meter sekitar pukul 17.00 WIB, menyebabkan kerusakan parah. “Saya langsung masuk ke dalam, semua pada rusak, pada jebol ubin, Sanyo (mesin pompa air) mati,” tuturnya.

Meskipun air telah surut selepas Magrib, Rudi dan keluarganya terpaksa tidur beralaskan ubin yang masih basah. “Nggak pakai alas, di ubin doang (tidurnya),” jelasnya.

Ketar-ketir Saat Hujan Melanda

Suryati, warga lainnya, merasakan hal serupa. Tinggal di Babakan Madang selama tujuh tahun, ia mengaku selalu “ketar-ketir” ketika hujan deras mengguyur. “Asal hujan satu jam saja kita mulai ketar-ketir, udah keluar masuk, keluar masuk, melihat posisi air udah masuk apa belum,” bebernya.

Saat hujan deras, Suryati akan segera meninggalkan aktivitasnya untuk memantau ketinggian air di sekitar kediamannya. “Jangankan satu jam, setengah jam asal gede (hujannya) sudah keluar masuk, kadang cari info di yang paling dekat sono , air gimana posisinya,” sebutnya.

Advertisement

Ia berharap agar pemerintah segera melakukan relokasi ke tempat yang aman dari banjir. “Udahlah capek hati, capek pikiran, capek tenaga, capek segala-galanya,” ujarnya dengan nada lesu.

Saat banjir terjadi, Suryati sedang berada di Kecamatan Gunung Putri. Setibanya di rumah, ia mendapati warga dan petugas sedang berupaya membersihkan sisa-sisa banjir. Kerugian yang dialaminya cukup besar, termasuk keramik yang mengelupas, tembok jebol, dan pintu kamar yang rusak.

Upaya Penanganan Banjir oleh Pemerintah

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa banjir di Cijayanti disebabkan oleh luapan air saat hujan deras. “Cijayanti itu, setiap hujan deras, air meluap, lalu masuk ke jalan. Maka beberapa alat berat milik Dinas PUPR sudah kita geser ke waduk atau situ,” kata Rudy kepada wartawan, Jumat (13/2).

Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya melakukan penanganan awal untuk mencegah banjir terulang kembali, termasuk normalisasi sungai dan situ. “Walaupun kewenangan ada di BBWS, tapi karena menyangkut keselamatan orang banyak, maka kami Pemkab Bogor mengambil alih apa yang bisa kami lakukan terlebih dahulu,” ucapnya.

Hingga kini, sisa-sisa lumpur dan kerusakan bangunan akibat banjir masih terlihat di sekitar rumah warga, sementara perbaikan belum dilakukan.

Advertisement