Warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini hidup dalam kecemasan. Kekhawatiran akan terjadinya banjir bandang susulan membuat mereka enggan kembali ke rumah masing-masing.
Ancaman Banjir Bandang Susulan
Salah seorang warga Pasar Maninjau, Wita, mengungkapkan rasa takutnya untuk kembali menempati rumah. “Saya ketakutan tinggal di rumah, karena banjir bandang susulan sering terjadi saat hujan maupun kondisi cuaca panas,” ujarnya kepada wartawan di Lubuk Basung, Senin (5/1/2026), dilansir Antara.
Ia menambahkan bahwa hampir setiap malam warga tidak bisa tidur nyenyak sejak banjir bandang melanda kawasan tersebut. Suara gemuruh dari arah hulu sungai terdengar hampir setiap saat, menambah rasa was-was.
Pengungsian Meningkat Pasca Longsor
Kondisi diperparah dengan terjadinya tanah longsor dari perbukitan di kawasan Kelok 25 pada Rabu (31/12/2025). Peristiwa ini memaksa seluruh warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk mengungsi. Tempat pengungsian tersebar di musala, rumah warga, dan lokasi lainnya.
Jumlah pengungsi mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya tercatat 25 kepala keluarga, kini jumlahnya bertambah menjadi 44 kepala keluarga. “Di musala tempat saya mengungsi, ada 44 kepala keluarga dengan jumlah ratusan orang mengungsi di sini,” kata Wita.
Desakan Solusi Konkret
Menanggapi situasi ini, anggota DPRD Agam, Albert, menyatakan bahwa luapan air sungai tersebut merupakan permasalahan serius yang membutuhkan penanganan segera. Dampaknya terhadap rumah warga yang rusak dan banyaknya pengungsi menjadi perhatian utama.
“Ini perlu kajian ilmiah terhadap kultur tanah yang ada di hulu sungai bahwa perbukitan di salingka Danau Maninjau,” ungkap Albert. Ia mendesak pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah konkret guna mencari solusi agar banjir bandang susulan tidak kembali terjadi.
“Ini harus dicarikan solusinya seluruh pihak, agar masyarakat menjadi nyaman dan aman tinggal di sepanjang aliran sungai,” harap Albert.






