BANTUL, DI YOGYAKARTA – Sebuah peristiwa tak mengenakkan dialami seorang wanita di wilayah Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia dilaporkan diusir oleh para tetangganya sendiri setelah melaporkan kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa anaknya. Namun, pengusiran ini juga disebut dipicu oleh perilaku wanita tersebut yang dinilai meresahkan warga.
Kronologi Pengusiran dan Latar Belakang
Peristiwa pengusiran terjadi pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Warga yang diusir adalah seorang wanita yang berasal dari Kendal dan telah menikah dengan warga setempat. Menurut salah seorang warga bernama Maryono, pengusiran tersebut dipicu oleh berbagai tindakan yang dianggap mengganggu ketentraman lingkungan.
Endang, istri dari Ketua RT setempat, menjelaskan bahwa wanita tersebut kerap melontarkan kata-kata kasar kepada tetangganya. “Yang bersangkutan suka mengatai tetangganya dan omongannya keras, kasar, terus pernah juga keliling kampung dan mengetuk pintu-pintu, pernah juga mencabuti serai milik warga,” ujar Endang.
Keterkaitan dengan Laporan Pemerkosaan
Endang juga mengonfirmasi bahwa pengusiran tersebut terjadi setelah wanita itu melaporkan kasus dugaan pemerkosaan terhadap anaknya. Laporan tersebut berujung pada penangkapan empat orang warga oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno, membenarkan adanya laporan tersebut dan penangkapan empat orang warga oleh anggota Polresta Jogja. Namun, muncul pertanyaan dari warga terkait keterlibatan suami dari wanita yang melaporkan kasus tersebut, yang juga merupakan bapak tiri dari korban.
“Jadi memang ibu dan bapaknya tidak disukai warga karena tabiatnya yang jelek, ditambah itu tadi (melaporkan warga terkait kasus dugaan perkosaan tapi bapak tiri korban ternyata ikut serta),” jelas Sutrisno, mengindikasikan bahwa warga merasa janggal dengan laporan tersebut mengingat dugaan keterlibatan bapak tiri korban.
Konflik antara wanita tersebut dengan warga setempat tampaknya telah memuncak, yang berujung pada pengusiran setelah laporan dugaan pemerkosaan yang melibatkan beberapa warga dan bapak tiri korban.






