Berita

Wamenhaj Tegaskan Opsi Layanan Umrah Lewat Asrama Haji, Jemaah Bebas Memilih

Advertisement

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Simanjuntak, memberikan klarifikasi mengenai rencana pemberangkatan jemaah umrah melalui asrama haji. Ia menegaskan bahwa skema ini bukanlah kebijakan wajib, melainkan sebuah opsi layanan terpadu atau one stop service yang ditawarkan bagi jemaah yang menginginkan kemudahan dalam proses keberangkatan.

Opsi Layanan, Bukan Kewajiban

Dahnil menjelaskan bahwa jemaah umrah tetap memiliki kebebasan untuk menjalankan ibadahnya secara mandiri tanpa harus melalui asrama haji. “Umrah mandiri saja boleh, kok kami memaksa harus masuk asrama haji untuk umrah. Itu bukan mandatory,” tegas Dahnil kepada wartawan pada Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan bahwa penyediaan layanan di asrama haji bertujuan untuk memberikan pilihan tambahan. “Tapi, upaya menyediakan pilihan untuk pelanggan umrah yang mau memilih manasik di asrama haji dan menggunakan Garuda nanti akan proses check-in dan seterusnya semua di asrama haji dan langsung naik pesawat dari asrama haji (tidak antri boarding di bandara),” urainya.

Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah

Konsep penggunaan asrama haji sebagai basis layanan umrah ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Namun, Dahnil kembali menekankan bahwa model ini bersifat opsional. “Umrah asrama haji, itu bicara tentang ekosistem ekonomi haji. Tapi pada prinsipnya itu yang dimaksud adalah pilihan atau opsional layanan umroh yang bisa dipilih oleh jemaah,” ujarnya.

Tiga Model Layanan Umrah

Dahnil merinci bahwa saat ini terdapat tiga model layanan umrah yang dapat dipilih oleh jemaah:

  • Umrah Mandiri: Diperbolehkan sesuai Undang-Undang.
  • Umrah Melalui Biro Travel: Pemerintah wajib memastikan sertifikasi dan pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan agar tidak merugikan jemaah.
  • Layanan Umrah One Stop Service Melalui Asrama Haji: Dalam skema ini, jemaah dapat mengikuti manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga proses check-in penerbangan di asrama haji.

Untuk model one stop service, Dahnil menjelaskan lebih lanjut. “Umrah yang one stop services, yaitu paket umrah yang melalui travel atau melalui umrah mandiri tetapi diawali dengan manasik di asrama haji, kemudian periksa kesehatan di asrama haji, kemudian nanti juga ada proses check-in di asrama haji menggunakan maskapai nasional flight kita yaitu Garuda Indonesia,” jelasnya.

Advertisement

Ia menambahkan, “Kemudian nanti proses check-in semua proses ada dilakukan di asrama haji, kemudian nanti langsung berangkat ke bandara dan langsung terbang.”

Perlindungan dan Kenyamanan Jemaah Menjadi Prioritas

Dahnil menegaskan bahwa ketiga model tersebut dapat dipilih jemaah sesuai kebutuhan masing-masing. Pemerintah, kata dia, tetap berkewajiban memastikan perlindungan dan kenyamanan jemaah dalam setiap skema. “Prinsipnya bagi Kementerian Haji dan Umrah itu adalah pertama menguntungkan jemaah, kedua melindungi dan memastikan kenyamanan buat jemaah. Kenapa? Karena selama ini banyak travel-travel yang merugikan jemaah, maka melalui model ini akan ada proses perlindungan bagi Jemaah,” tuturnya.

“Nah, pilihan-pilihan tiga ini bisa dibuat oleh jemaah, artinya jemaah bisa umrah mandiri, bisa juga melalui travel umrah atau haji, bisa juga melalui one stop services baik itu mau pakai travel maupun umrah mandiri. Jadi terserah jemaah mana yang terbaik, tapi negara tetap berkewajiban melindungi keselamatan, kenyamanan, dan keamanan jemaah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dahnil Simanjuntak sempat menyebut pemerintah telah menyiapkan skema keberangkatan jemaah umrah melalui asrama haji. Kebijakan ini disebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji dan mendukung maskapai nasional. Hal itu disampaikan Dahnil dalam rapat bersama Baleg DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (12/2).

Advertisement