Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak membeberkan bahwa sejumlah aset yang bersumber dari dana haji masih belum sepenuhnya dialihkan dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Kendala ini menjadi salah satu fokus utama dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (10/2/2026).
Aset Haji yang Belum Dialihkan
Dahnil menjelaskan, aset-aset tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan dana haji yang seharusnya mendukung fungsi penyelenggaraan ibadah haji. “Kami masih mengalami kendala terkait dengan aset yang dahulunya bersumber dari dana haji dan pemanfaatannya untuk mendukung fungsi penyelenggaraan ibadah haji,” ujar Dahnil dalam rapat tersebut.
Koordinasi intensif terus dilakukan antara Kemenhaj dan Kemenag untuk menyelesaikan persoalan ini. Aset yang masih tertahan pengalihannya didominasi oleh wisma haji di berbagai lokasi strategis. “Aset tersebut antara lain Wisma Haji Ciloto, Wisma Haji Jalan Jaksa Jakarta, Kompleks Perumahan Haji di Ciracas, Wisma Haji Tugu Bogor, dan Pusat Informasi Haji Batam,” ungkap Dahnil.
Ia menegaskan, “Sampai saat ini masih belum dialihkan menjadi aset Kementerian Haji dan Umrah.”
Proses Pengalihan Pegawai Kemenhaj
Selain persoalan aset, Dahnil juga memaparkan perkembangan pengalihan sumber daya manusia (SDM) dari Kemenag ke Kemenhaj. Saat ini, Kemenhaj telah memiliki 3.631 pegawai, dan sedang dalam proses penambahan 1.362 pegawai lagi.
“Kementerian PAN-RB telah mengizinkan untuk pengalihan pegawai tahap berikutnya sebanyak 1.362 orang dari Kementerian Agama, yang sedang diproses melalui tahapan verifikasi oleh tim Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah,” jelasnya.
Kebutuhan SDM Kemenhaj diproyeksikan mencapai sekitar 7.000 orang di seluruh Indonesia. Kekurangan pegawai ini akan dipenuhi secara bertahap untuk memastikan operasional kementerian berjalan optimal. “Rencana jumlah SDM yang dibutuhkan oleh Kementerian Haji dan Umrah se-Indonesia sekitar kurang lebih 7.000 orang. Kekurangan tersebut akan dipenuhi secara bertahap,” pungkas Dahnil.






