Bekasi – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melakukan pemantauan langsung arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Command Center Tollroad Jasa Marga, Jatiasih, Bekasi Kota, pada Sabtu (03/01/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran lalu lintas selama periode puncak arus balik.
Situasi Kamtibmas dan Arus Lalu Lintas Terpantau Aman
Komjen Dedi Prasetyo menyatakan apresiasi mendalam kepada seluruh personel Polri, TNI, dan para pemangku kepentingan yang telah bekerja keras bersinergi mengamankan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia menegaskan bahwa secara umum, situasi kamtibmas dan arus lalu lintas selama periode Nataru terpantau aman dan kondusif.
“Operasi Lilin 2025, yang secara resmi berakhir pada 2 Januari 2026, akan dilanjutkan dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) hingga 5 Januari 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi puncak arus balik masyarakat yang diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026,” ujar Wakapolri.
Wakapolri juga mengimbau masyarakat yang sedang melakukan perjalanan arus balik untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan layanan hotline 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan.
Skema Rekayasa Lalu Lintas dan Data Kendaraan
Dalam pemantauan tersebut, Wakapolri didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto, serta sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Metro Jaya. Monitoring dimulai sekitar pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan data sementara, diproyeksikan sebanyak 2,9 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta dan 2,8 juta kendaraan akan masuk kembali ke wilayah tersebut selama periode Nataru. Hingga saat ini, tercatat sekitar 4,7 juta kendaraan telah keluar-masuk Jakarta melalui empat gerbang tol utama, yaitu Gerbang Tol Cikupa, Ciawi, Kalihurip Utama, dan Cikampek Utama.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus balik, Polri telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan ganjil-genap, contraflow, hingga one way. Seluruh kebijakan ini terus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.
Personel dan Posko Pengamanan
Selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025, Polri mengerahkan total 146.701 personel gabungan, yang terdiri atas personel Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya. Selain itu, disiagakan 2.903 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu, serta pengamanan terhadap puluhan ribu objek vital di seluruh wilayah Indonesia.






