Jakarta – Kawasan trotoar di Glodok, Jakarta Barat, yang belum lama ini ditertibkan oleh Satpol PP DKI Jakarta, kembali dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL) dan parkir sepeda motor liar. Kondisi ini secara signifikan mengganggu kenyamanan dan aksesibilitas pejalan kaki, memaksa mereka berjalan di badan jalan yang sempit.
Pantauan di kawasan Pecinan Glodok pada Sabtu (14/2/2026) sore, sekitar pukul 16.00 WIB, menunjukkan deretan lapak PKL yang didirikan di sisi trotoar dengan menggunakan tenda dan penutup plastik. Berbagai jenis barang, mulai dari pakaian hingga makanan, dijajakan di atas jalur pedestrian. Bersamaan dengan itu, puluhan sepeda motor terparkir rapat di luar trotoar, menutup sebagian besar ruang yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Akibatnya, lalu lintas pejalan kaki menjadi sangat terbatas. Pengunjung yang kesulitan melintas terpaksa berjalan zig-zag mencari celah di antara lapak pedagang. Sebagian lainnya memilih turun ke badan jalan, berisiko bersaing dengan kendaraan yang melintas.
Situasi ini diperparah ketika hujan turun. Trotoar yang basah dan licin semakin mempersempit ruang gerak pejalan kaki. “Misi, permisi, jangan berhenti tengah jalan, dong,” keluh salah seorang pengunjung yang kesulitan mencari jalan.
Selain parkir motor, terlihat pula kendaraan roda empat yang berhenti cukup lama di tepi jalan dekat trotoar. Aktivitas bongkar muat barang dan naik-turun penumpang di tepi jalan turut menambah kepadatan dan kesemrawutan di area tersebut.
Sebelumnya, petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur TNI-Polri telah melakukan penertiban di trotoar kawasan Pancoran Glodok, Tamansari, Jakarta Barat. Operasi ini dilakukan menyusul laporan masyarakat mengenai maraknya parkir liar dan gerobak PKL yang menyulitkan akses pejalan kaki.
“Memang kemarin ada laporan dari masyarakat terkait banyaknya parkir liar di kawasan Pancoran Glodok, sehingga kita tindak lanjuti. Sudah tiga hari ini kita tindak lanjuti di wilayah Pancoran Glodok ini,” ujar Kasatpol PP Tamansari, Goodman Sidabutar, dilansir Antara, Rabu (11/2). Dalam operasi tersebut, sebanyak 60 personel gabungan dikerahkan. Goodman menambahkan bahwa 85 sepeda motor yang parkir di trotoar telah dikempiskan bannya oleh petugas Dinas Perhubungan. “Ada satu lapak kita angkut karena tidak ada pemiliknya,” katanya.






