Berita

TNI Harap Masalah Tukang Es Kue di Jakpus Tak Berlarut, Akui Kesalahpahaman

Advertisement

TNI Angkatan Darat (AD) memberikan klarifikasi terkait insiden yang melibatkan seorang Bhabinsa Serda Heri Purnomo dengan seorang penjual es kue jadul di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pihak TNI AD kini berharap agar konflik yang sempat menjadi viral di media sosial tersebut tidak berlarut-larut.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan, “Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut.” Ia menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi merupakan sebuah kesalahpahaman antara aparat keamanan, yaitu Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dengan warga.

“Berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman antara aparat keamanan, dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga,” ujar Donny dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

TNI AD juga telah mendatangi kediaman penjual es kue bernama Suderajat di Bojonggede. Langkah-langkah penyelesaian secara kekeluargaan dan melalui dialog yang sejuk telah diupayakan. “Adapun langkah-langkah yang telah diambil yaitu berusaha menemui pedagang es atas nama Bapak Sudrajat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan melalui jalur dialog yang sejuk,” imbuhnya.

Kronologi Kejadian dan Hasil Labfor

Suderajat menjadi sorotan publik setelah videonya viral karena dicurigai menjual es hunkue yang diduga mengandung bahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) kemudian menyatakan bahwa es kue yang dijual oleh Suderajat aman dan layak untuk dikonsumsi.

Menyusul hasil tersebut, aparat TNI dan Polri yang sempat mencurigai Suderajat, yaitu Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo, telah menyampaikan permohonan maaf. Mereka meminta maaf atas kegaduhan yang timbul akibat video yang beredar luas di media sosial.

Advertisement

“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Aiptu Ikhwan dalam keterangannya, Selasa (27/1).

Permohonan maaf ini disampaikan karena mereka menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor. Aiptu Ikhwan juga menyatakan tidak bermaksud mencemarkan nama baik Suderajat.

“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga. Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami,” kata dia.

Kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo. Ke depannya, mereka berkomitmen untuk lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian sebelum menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.

Advertisement