Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melakukan peninjauan langsung ke hunian sementara (huntara) di belakang Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan para pengungsi pascabencana dapat menjalani kehidupan yang layak di huntara serta memastikan bantuan tersalurkan dengan baik.
Pengecekan Sarana dan Prasarana
Dalam kunjungannya, Tito Karnavian secara cermat memeriksa sarana dan prasarana yang tersedia di huntara. Ia juga berinteraksi secara hangat dengan para penghuni, baik orang dewasa maupun anak-anak, untuk mendengarkan langsung kondisi dan kebutuhan mereka.
Usai berdialog dengan para pengungsi, Tito menyerahkan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada warga yang menempati huntara tersebut. Bantuan ini diserahkan setelah Tito memimpin Apel Pemulangan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri Gelombang I.
Bantuan Kemanusiaan
Adapun bantuan yang diserahkan terdiri dari 80 paket. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras 5 kilogram, satu kardus mi instan, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan biskuit. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Dalam Negeri kepada sejumlah perwakilan warga huntara.
Pentingnya Fungsi Pemerintahan Pascabencana
Dalam amanatnya saat memimpin apel, Tito Karnavian menekankan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana salah satunya diukur dari kembalinya fungsi pemerintahan dan layanan publik. Indikator ini mencakup berfungsinya kembali kantor pemerintahan, akses jalan, layanan kesehatan, pendidikan, rumah ibadah, listrik, komunikasi, distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji (LPG), hingga mulai bergeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Karena pemerintahan (adalah) pusat sumber daya, pusat pengambilan keputusan, kekuasaan, kebijakan, pembuatan kebijakan, policy making yang mempengaruhi kepada masyarakat luas,” jelas Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).
Lebih lanjut, Tito menekankan pentingnya memastikan roda pemerintahan daerah (Pemda) tetap berjalan pascabencana. Ia menyebutkan bahwa pemulihan fungsi kantor pemerintahan dan semangat ASN menjadi kunci agar pelayanan publik tidak terhenti.
“Kalau pemerintahannya sudah enggak jalan, maka pengambilan kebijakan (kurang optimal), masyarakat akan bingung,” ucap Tito.
Kehadiran Pejabat
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang.






